Anggota DPRD Labura Hasan Basri Pasaribu Berbagi dengan Warga (Analisadaily/G Tambunan)
Analisadaily.com, Aek Kuo - Menyambut Bulan Suci Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi, Anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) dari Fraksi PKS, Hasan Basri Pasaribu, berbagi rezeki kepada warga terdampak penggusuran di posko pengungsian Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (11/2/2026).
Kondisi warga di pengungsian dinilai memprihatinkan. Mereka terpaksa makan seadanya untuk bertahan hidup karena tidak lagi bekerja. Lahan pertanian yang selama 17 tahun mereka tempati telah dieksekusi oleh pengadilan. “Kita umat Muslim sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa. Sementara warga yang rumahnya sudah rata dengan tanah, bagaimana mereka menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri,” ujar Hasan Basri.
Ia menjelaskan, kedatangannya dilandasi rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga. Selain memberikan bantuan, ia juga memberi semangat agar warga tetap sabar dan menjalankan ibadah puasa meski sedang diuji. “Yakinlah, di balik cobaan ini akan ada kebahagiaan,” katanya.
Hasan Basri menambahkan, sebagai anggota DPRD ia menghormati putusan pengadilan. Namun, ia menilai dampak sosial terhadap warga juga harus diperhatikan.
“Mereka juga rakyat Indonesia yang memiliki hak untuk hidup layak. Sekarang kita bisa melihat bagaimana mereka kesulitan menghidupi keluarga karena lahan dan rumah mereka sudah hancur,” tutupnya.
Salah seorang warga lanjut usia berusia 65 tahun mengaku sejak tinggal di posko ia jarang menikmati makanan layak. “Kami sehari-hari hanya makan sayur daun ubi dan sambal belacan. Yang penting bisa makan dan bertahan hidup,” ucapnya dengan nada sedih.
Warga lainnya, Kisno, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Hasan Basri. “Kami sangat bersyukur. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan sukses dalam kariernya,” ujarnya.
Selain itu, Misno menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir masjid yang dijadikan posko pengungsian tidak memiliki penerangan pada malam hari karena aliran listrik diduga diputus. Kondisi tersebut menyulitkan warga untuk mandi dan berwudu saat akan melaksanakan salat. (GT)(WITA)











