BNPB Targetkan 914 Unit Huntara di Bener Meriah Rampung 17 Februari 2026

BNPB Targetkan 914 Unit Huntara di Bener Meriah Rampung 17 Februari 2026
BNPB Targetkan 914 Unit Huntara di Bener Meriah Rampung 17 Februari 2026 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Bener Meriah – Kabar baik datang bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor (bansor) di Kabupaten Bener Meriah. Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, memastikan bahwa pembangunan 914 unit Hunian Sementara (Huntara) kini dikebut dan ditargetkan rampung total pada pertengahan Februari 2026.

Langkah cepat ini diambil agar warga yang kehilangan tempat tinggal tidak lagi merasa was-was dan dapat menjalani ibadah bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan layak.

Saat meninjau lokasi Huntara di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Jumat (13/2), Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan. Khusus untuk unit di Kampung Wonosobo, pengerjaan dipatok selesai hanya dalam hitungan hari.

"Vendor sudah berjanji paling lambat tanggal 17 Februari. Artinya lima hari lagi harus sudah jadi," tegas Suharyanto.

Keputusan membangun Huntara secara masif ini merupakan respon atas permintaan masyarakat melalui Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak 914 Kepala Keluarga (KK) kategori rusak berat lebih memilih opsi Huntara dibandingkan Dana Tunggu Hunian (DTH), demi kenyamanan sosial dan privasi yang lebih terjaga.

Berbeda dengan tenda darurat yang serba terbatas, Huntara ini dirancang sebagai masa transisi yang manusiawi. Berikut adalah rincian fasilitas yang akan diterima warga:

  • Sanitasi: Setiap unit dilengkapi kamar mandi pribadi plus fasilitas komunal tambahan.
  • Dukungan Perabotan: Kementerian Sosial akan mengucurkan bantuan Rp3 juta per unit untuk pengisian perabot.
  • Paket Tambahan BNPB: Dukungan logistik berupa kasur, lemari kecil, kipas angin, hingga kompor.
Menuju Hunian Tetap (Huntap)

Meskipun Huntara dibangun kokoh, pemerintah tidak ingin warga menetap terlalu lama di hunian transisi. Proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sudah masuk dalam peta jalan pemulihan dengan dua skema utama:

  • Skema Terpusat: Kawasan terpadu (100-200 KK) yang dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
  • Skema Mandiri: Pembangunan di lokasi pilihan masyarakat yang difasilitasi langsung oleh BNPB.
"Kami pastikan seluruh proses pembangunan, baik sementara maupun tetap, dilakukan secara terkoordinasi agar masyarakat Bener Meriah bisa segera bangkit," tutup Suharyanto.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi