Potensi Utama Medan Gelar Diskusi Strategis BRICS: Kupas Posisi Indonesia dalam Peta Ekonomi Baru (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Potensi Utama sukses menyelenggarakan Kuliah Umum berskala internasional bertajuk 'Brasil, Russia, India, China, and South Africa (BRICS): Agenda Pembangunan Global South - Indonesia Perspective'. Acara yang digelar di Kampus Potensi Utama pada Senin (9/2) ini menjadi panggung diskusi strategis mengenai posisi Indonesia dalam peta kekuatan ekonomi baru dunia.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama, Assoc. Prof. Leonard Felix Hutabarat, Ph.D., Pejabat Senior Strategis dari Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Kependidikan Universitas Potensi Utama, Dr. Ashari Swondo, M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kampus dalam membangun jembatan antara teori akademik dan realitas diplomasi.
"Tema BRICS dan Global South dipilih karena relevansinya yang tinggi dengan peluang Indonesia di tengah dinamika geopolitik kontemporer. Kami ingin menegaskan peran Universitas Potensi Utama sebagai center of excellence kajian sosial politik di Sumatera Utara," ujar Dr. Ashari dalam siaran persnya, Jumat (13/2).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Prodi HI, Dr. Stivani Ismawira Sinambela, M.H.I., M.Si., menekankan pentingnya menghadirkan praktisi langsung dari jantung kebijakan luar negeri agar mahasiswa memahami bagaimana Indonesia memanfaatkan arus pembangunan negara-negara Selatan untuk kepentingan nasional.
"Pembahasan BRICS tidak hanya tentang kelompok negara, tetapi tentang bagaimana Indonesia memposisikan diri dan memanfaatkan arus pembangunan negara-negara Selatan (Global South) untuk kepentingan nasional," ujar Dr Stivani Ismawira.
Dalam paparan utamanya, Leonard Felix Hutabarat menguraikan bahwa BRICS merepresentasikan suara kolektif ekonomi baru (emerging economies). Ia menekankan bahwa Indonesia harus aktif mendorong tata kelola global yang lebih adil melalui berbagai forum Global South.
Diskusi semakin berbobot dengan kehadiran dan tanggapan dari lima perwakilan konsuler negara sahabat yang berkedudukan di Medan:
H.E. Tuan Shahril Nizam Abdul Malek (Konjen Malaysia): Menyoroti BRICS sebagai opsi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada Barat (strategic hedging).
H.E. Mr. Song Jianming (Deputi Konjen R.R. Tiongkok): Menekankan komitmen multilateralisme dan visi jangka panjang dalam kerja sama ekonomi.
Daniel Adhiyaksa Darmadi (Konsul Kehormatan Jerman): Memberikan perspektif berbeda mengenai prioritas kerja sama Uni Eropa di tengah konflik global.
Irawan Mae-Lequi (Konsul Kehormatan Timor Leste): Mengharapkan dukungan kolektif dari Indonesia, ASEAN, dan BRICS bagi negara muda seperti Timor Leste.
Edi Siswanto (Perwakilan Konjen Kehormatan Turki): Memotivasi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tidak hanya dihadiri oleh dosen dan mahasiswa, kuliah umum ini juga melibatkan 120 siswa/i terpilih dari berbagai SMA/SMK di Kota Medan, termasuk MAN 1 Medan. Kehadiran para siswa ini bertujuan untuk memperkenalkan isu global sejak dini dan menjaring talenta diplomasi masa depan.
Melalui forum ini, Universitas Potensi Utama kembali membuktikan perannya dalam memfasilitasi dialog internasional yang inklusif, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai posisi strategis Indonesia dalam memperjuangkan stabilitas kawasan dan transfer teknologi di kancah global.
(JW/RZD)