Borong 121 Juara, Sempoa SIP Pelangi Medan Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Komsipnas Award 2025 (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily.com, Medan – Suasana penuh keceriaan menyelimuti atrium lantai 3A Medan Centre Point, Sabtu (14/2/2026). Ratusan anak berusia 3 hingga 12 tahun berkumpul dengan mata berbinar untuk menerima piala atas pencapaian luar biasa mereka dalam ajang nasional Komsipnas Award 2025.
Acara pembagian piala yang digelar dalam 2 sesi ini menjadi momen emosional bagi para orang tua dan tenaga pendidik. Pasalnya, piala yang dikirimkan langsung oleh panitia pusat pada akhir Januari 2026 lalu ini merupakan bukti ketangguhan mental siswa-siswi Sempoa SIP Pelangi dalam kompetisi matematika cepat tingkat nasional.
Direktur Sempoa SIP Pelangi, Miss Umarani, mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi para siswanya. Dari total 136 siswa yang dikirim untuk mengikuti kompetisi daring pada 13-14 Desember 2025 lalu, hampir seluruhnya berhasil membawa pulang predikat juara.
"Dari 136 siswa, sebanyak 121 siswa kami berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3. Sementara 15 siswa lainnya meraih Juara Harapan. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan karena kami menjadi salah satu cabang dengan perolehan juara terbanyak tahun ini," ujar Miss Umarani di sela-sela pembagian piala.
Keberhasilan ini, menurut Umarani, tidak datang secara instan. Ia mengapresiasi kerja keras para orang tua yang memberikan dukungan penuh selama proses latihan intensif yang dilakukan setiap malam menjelang kompetisi.
Melatih Fokus di Masa Emas
Perform anak didik Sempoa SIP Pelangi (Reza Perdana)
Sempoa SIP Pelangi, sebagai salah satu dari puluhan cabang sempoa nasional di Medan, fokus pada pengembangan otak anak di rentang usia 3 hingga 12 tahun. Umarani menegaskan bahwa metode sempoa bukan sekadar tentang menghitung cepat, melainkan investasi pada karakter anak.
"Visi kami adalah membantu anak menjadi pintar dan cerdas, namun yang terpenting adalah melatih mereka punya fokus, konsentrasi, dan mental pejuang. Kami ingin mereka berani meraih apa pun yang mereka impikan sejak dini," tambahnya.
Melalui ajang Komsipnas Award ini, Sempoa SIP Pelangi membuktikan bahwa pembinaan yang konsisten di masa emas perkembangan otak dapat melahirkan generasi yang unggul dan memiliki daya saing di tingkat nasional.
Dengan predikat sebagai peraih juara terbanyak, Sempoa SIP Pelangi berharap prestasi ini dapat memotivasi lebih banyak anak di Sumatera Utara dan Aceh untuk mencintai ilmu pengetahuan dan melatih ketangkasan berpikir.
Umarani bermimpi agar anak-anak didikannya tidak hanya hebat dalam angka, tetapi juga menjadi manusia yang berguna bagi bangsa di masa depan.
Untuk diketahui, Sempoa SIP Pelangi berada di Jalan Brigjen Katamso, Nomor 683 B dan D, dekat simpang Jalan Pelangi, Kota Medan.
Dulu Sulit Berhitung, Kini Anak Jadi Kreatif Berkat Sempoa SIP
Komsipnas Award 2025 (Reza Perdana)
Matematika seringkali menjadi tantangan besar bagi anak-anak di usia dini. Hal ini pula yang sempat dirasakan oleh Mama Grace, salah satu orang tua murid yang mengaku kesulitan saat mengajari buah hatinya mengenal angka, penjumlahan, hingga perkalian.
Namun, keresahan tersebut berubah menjadi rasa bangga setelah ia mengenal metode pembelajaran di Sempoa SIP Pelangi. Mama Grace bercerita bahwa perkembangan anaknya melonjak signifikan setelah bergabung.
"Dulu sebelum masuk Sempoa SIP, anak sangat sulit diajari mengenal angka dan hitung-hitungan. Setelah bergabung, ternyata anak saya jauh lebih berkembang. Saya bangga melihat kemajuan mereka," ungkapnya penuh syukur.
Selain melihat kemajuan pada sang anak, Mama Grace menekankan bahwa metode ini juga sangat membantu peran orang tua di rumah. Dengan fondasi matematika yang kuat, anak-anak menjadi lebih mandiri dalam belajar.
Beberapa poin keunggulan yang dirasakan Mama Grace antara lain adaptasi cepat. Anak lebih mudah menangkap pelajaran di sekolah karena sudah menguasai rumus dasar.
Lalu, efisien bagi orang tua. Sebab, orang tua tidak lagi merasa lelah atau stres saat mendampingi anak belajar. Kemudian kreatif dan inovatif, pola pikir anak menjadi lebih terbuka dan tajam dalam memecahkan masalah.
Analisis dari Sudut Pandang Pendidik
Direktur Sempoa SIP Pelangi, Miss Umarani (Reza Perdana)
Sebagai seorang pengajar di salah satu sekolah, Mama Grace memiliki standar penilaian yang cukup tinggi. Ia memberikan apresiasi khusus bagi Sempoa SIP Pelangi setelah melihat hasil nyata pada kemampuan analisis anaknya.
"Saya juga seorang pengajar, dan saya melihat analisis anak menjadi sangat baik setelah belajar di sini. Harapan saya, bekal ilmu dan pola pikir ini bisa terus dibawa anak saya hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tutupnya.
(RZD/RZD)