Salman Alfarisi: Operasi Pasar Jangan Hanya Seremonial Tak Berdampak

Salman Alfarisi: Operasi Pasar Jangan Hanya Seremonial Tak Berdampak
Salman Alfarisi: Operasi Pasar Jangan Hanya Seremonial Tak Berdampak (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, perhatian terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, H. Salman Alfarisi, Lc, MA, menegaskan pentingnya efektivitas pelaksanaan operasi pasar agar benar-benar mampu menekan lonjakan harga dan mengendalikan inflasi daerah.
Menurut Salman, ada tiga hal krusial yang harus menjadi fokus pemerintah dalam pelaksanaan operasi pasar, yakni ketepatan waktu, lokasi pelaksanaan, dan pemilihan komoditas.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan operasi pasar. Ia menekankan bahwa operasi pasar harus digelar pada momentum yang benar-benar strategis, khususnya saat harga mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan.
“Jika waktunya tidak tepat, operasi pasar hanya akan menjadi agenda rutin tahunan tanpa dampak berarti. Bahkan berpotensi hanya menjadi kegiatan seremonial,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (15/02/2026).
Menurutnya, intervensi pasar yang dilakukan di saat tekanan harga sedang tinggi akan memberikan efek langsung dalam menurunkan atau setidaknya menahan laju kenaikan harga di pasaran.
Selain waktu, aspek lokasi juga menjadi perhatian serius. Mengacu pada saran Bank Indonesia, Salman menyebut bahwa operasi pasar sebaiknya difokuskan di pasar-pasar tradisional.
Pasar tradisional dinilai sebagai titik sentral distribusi dan transaksi kebutuhan pokok masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan menyasar pasar tradisional, intervensi harga dinilai lebih efektif dan langsung dirasakan masyarakat.
“Operasi pasar yang dilakukan di pasar tradisional diharapkan mampu menekan dan mengendalikan gejolak harga secara lebih nyata,” tegasnya.
Langkah ini juga dinilai strategis karena harga di pasar tradisional seringkali menjadi acuan bagi pedagang eceran lainnya.
Terkait komoditas, Salman menekankan pentingnya pemilihan barang yang benar-benar mengalami kenaikan signifikan dan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Ia menyebut bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan gula sebagai komoditas yang perlu menjadi prioritas.
Dengan kombinasi waktu yang tepat dan lokasi yang strategis, pemilihan komoditas yang relevan diyakini mampu memberikan dampak bertahap dalam mengendalikan inflasi daerah.
“Jika tiga faktor ini berjalan selaras, maka pengendalian harga tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah,” jelasnya.
Menghadapi pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, Salman Alfarisi berharap setiap kebijakan pengendalian harga benar-benar memberikan efek signifikan dan menjawab keluhan warga terkait kenaikan harga bahan pokok.
Ia menegaskan, stabilitas harga bukan hanya soal angka inflasi, tetapi juga menyangkut daya beli masyarakat dan ketenangan warga dalam menjalankan ibadah Ramadan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan operasi pasar tahun ini tidak sekadar rutinitas, melainkan menjadi instrumen efektif menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Sumatera Utara.
“Pemerintah daerah harus memastikan kebijakan yang diambil benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi