Ibadah Fellowship dan Sharing di GPdI Filadelfia Polonia: Hidup dalam Rancangan Tuhan

Ibadah Fellowship dan Sharing di GPdI Filadelfia Polonia: Hidup dalam Rancangan Tuhan
Ibadah Fellowship dan Sharing di GPdI Filadelfia Polonia: Hidup dalam Rancangan Tuhan (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com Medan — Ibadah fellowship dan sharing time yang digelar di Gereja GPdI Filadelfia Polonia, Jalan Starban, Medan, Sabtu (14/2/2026), berlangsung sukses dan penuh sukacita. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, Ps Billy Njotorahardjo dan Ps Daniel Tanzil, serta dihadiri oleh anak-anak gembala dan hamba Tuhan lintas denominasi gereja.

Dalam sesi sharing, Ps Billy Njotorahardjo menegaskan bahwa bekerja di ladang Tuhan bukanlah perkara mudah. Pelayanan, menurutnya, bukan sekadar profesi, melainkan panggilan ilahi untuk melayani Tuhan sebagai Raja di atas segala raja.
“Sebagai anak gembala, hamba Tuhan, dan anak-anak Tuhan, kita dirancang untuk hidup murni melayani Tuhan. Tidak soal perbedaan dengan mereka yang melayani setengah hati. Pada akhirnya Tuhan akan menyaring mana yang murni dan tidak. Pelayanan yang sungguh-sungguh akan membawa perubahan dan kebangkitan rohani (revival) di suatu daerah,” tutur Ps Billy, Gembala GBI Senayan City Jakarta.
Ia menjelaskan, revival berarti kebangkitan, pemulihan, atau penghidupan kembali sesuatu yang sempat mati atau meredup. Dalam konteks rohani, hal ini merujuk pada kembalinya semangat, kasih, dan kesadaran akan Allah dalam kehidupan pribadi maupun gereja—sering ditandai dengan pertobatan, persekutuan yang hidup, dan keaktifan iman.
Sementara itu, Ps Daniel Tanzil menyampaikan bahwa setiap orang telah dirancang Tuhan secara khusus. Bagi mereka yang terlanjur melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, Tuhan menantikan pertobatan, bukan langsung menghukum. Ia mengutip Yohanes 1:29 tentang Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, serta Efesus 1:11b yang menegaskan bahwa segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak Allah.
“Tujuan akhirnya adalah kita dipakai dalam pelayanan untuk kemuliaan Tuhan. Tantangan pasti ada, tetapi Tuhan berkata dalam Matius 11:29–30 bahwa kuk yang Ia pasang itu enak dan beban-Nya ringan,” ujar Senior Pastor Gereja CCA tersebut.
Menurutnya, kuk yang dipasang Tuhan berfungsi sebagai pengendalian diri agar umat tetap berjalan dalam koridor kehendak-Nya. Ia mencontohkan tokoh Simson yang kehilangan kekuatan akibat ketidaktaatan, namun dipulihkan Tuhan ketika berseru memohon belas kasihan (Hakim-Hakim 16:28a).
Sebagai penutup, Ps Daniel mengajak jemaat untuk hidup dalam rancangan Tuhan, sejalan dengan pikiran Kristus, serta proaktif melakukan perubahan ke arah yang positif. “Gunakan waktu yang ada. Masih banyak jiwa yang membutuhkan uluran tangan. Kiranya Roh Kudus menuntun dan mengurapi setiap terobosan anak-anak Tuhan untuk menjangkau dan menyelamatkan jiwa-jiwa,” pungkasnya.
(rel/js)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi