Awal Ramadan: PLN UID Sumut dan YBM Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Tapteng (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bergerak cepat meringankan beban warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Melalui sinergi Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan program PLN Peduli, bantuan pangan disalurkan secara masif bertepatan dengan momentum awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Banjir yang dipicu curah hujan tinggi sejak Minggu (16/2) lalu telah merendam pemukiman dan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Menanggapi kondisi darurat tersebut, PLN memprioritaskan bantuan logistik sebagai kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat yang sedang dalam tahap pemulihan.
Bantuan yang disalurkan melalui YBM PLN mencakup beras, minyak goreng, gula, mi instan, hingga kebutuhan pokok lainnya. Menariknya, bantuan ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang dikelola secara transparan.
Ketua YBM PLN UP3 Sibolga, Irwan Rais, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan amanah langsung dari para insan PLN.
"Kami berharap bantuan bahan pangan ini dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya di saat mereka menyambut awal Ramadan di tengah musibah," ujar Irwan, Kamis (19/2).
Selain pangan, YBM PLN sebelumnya juga telah membangun 6 unit sumur bor air bersih di berbagai titik terdampak untuk memastikan warga memiliki akses sanitasi yang layak pascabencana.
Melengkapi bantuan YBM, PLN UP3 Sibolga melalui program PLN Peduli turut membagikan 100 paket sembako siap saji. Paket ini dirancang untuk dikonsumsi secara praktis oleh warga yang masih mengalami keterbatasan akses dapur atau fasilitas memasak akibat banjir.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar urusan kabel dan listrik.
"PLN hadir tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Sinergi ini merupakan wujud komitmen kami untuk berbagi dan membantu percepatan pemulihan kondisi lapangan," tegas Mundhakir.
Agar bantuan menjangkau pihak yang paling membutuhkan, PLN berkoordinasi erat dengan perangkat desa dan relawan setempat dalam proses distribusi. Langkah ini memastikan solidaritas yang diberikan tepat sasaran dan mampu meringankan tekanan psikologis maupun ekonomi warga pasca-bencana hidrometeorologi tersebut.
Komitmen ini selaras dengan nilai gotong royong dan pembangunan berkelanjutan yang diusung PLN, guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di Sumatera Utara.
(JW/RZD)