Analisadaily.com, Muara Batangtoru - Ovata Indonesia mengusulkan kepada PT Agincourt Resources (AR) agar pembangunan pusat riset, edukasi, dan literasi penyu berada di Pantai Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Demikian disampaikan Ketua Ovata Indonesia, Erwinsyah Siregar, melalui telepon selulernya, Jumat (20/2), sebagai langkah lanjutan penguatan konservasi penyu, menyusul dukungan perusahaan terhadap fasilitas penangkaran yang telah dibangun sebelumnya di kawasan tersebut.
Dikatakan, Pantai Muara Upu merupakan lokasi pendaratan lima jenis penyu yang berstatus dilindungi dan masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), di antaranya penyu belimbing dan penyu lekang.
Menurutnya, pembangunan pusat riset diperlukan untuk memperkuat penelitian mengenai pola migrasi, musim bertelur, tingkat keberhasilan penetasan, hingga ancaman ekologis di pesisir barat Sumatera.
“Penangkaran yang sudah ada menjadi fondasi awal. Namun ke depan, perlu pengembangan dalam bentuk pusat penelitian dan edukasi agar konservasi berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ditambahkan, selain fungsi riset, pusat tersebut juga diharapkan menjadi ruang edukasi lingkungan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi.
"Semoga kolaborasi berbagai pihak ini dapat mempercepat realisasi pembangunan pusat riset penyu tersebut sehingga Muara Upu berkembang sebagai kawasan konservasi yang kuat secara ilmiah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," pintanya.











