Pesan Sofyan Tan untuk Anak SSB di Medan: Olahraga Butuh Otak, Bukan Hanya Otot (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menekankan pentingnya pendidikan disandingkan dengan prestasi olahraga, agar anak-anak yang bermain sepakbola tidak hanya mengandalkan otot tetapi juga otak.
Pernyataan ini disampaikan saat pembagian bola FIFA kepada SSB Java Medan Club, di Lapangan Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (21/2).
Menurut Sofyan Tan, jika olahraga hanya mengandalkan kekuatan fisik, hal itu kerap memicu kekerasan dan konflik di lapangan.
“Kalau hanya mengandalkan otot, kita sering menyaksikan di kompetisi bola tanah air, mulai dari liga kampung hingga liga nasional, selalu diwarnai keributan antar pemain atau kekerasan terhadap wasit. Hal itu jarang terjadi di kompetisi luar negeri,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan pemain luar negeri yang datang ke Indonesia kadang ikut terprovokasi untuk beradu fisik saat bermain.
“Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan pengendalian diri. Sepakbola yang sehat butuh otak, bukan sekadar otot,” tegas Sofyan Tan.
Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan mengingatkan anak-anak SSB untuk tidak meninggalkan pendidikan mereka. Setiap anak sekolah sepakbola harus tetap bersekolah hingga perguruan tinggi. Pendidikan dan olahraga berjalan beriringan.
“Itu kunci menjadi atlet yang berprestasi dan berkarakter,” katanya.
Sofyan Tan menegaskan bahwa penguatan pendidikan di sekolah sepakbola bukanlah penghalang prestasi, melainkan fondasi agar generasi muda mampu bersaing secara sehat dan profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Anak-anak bisa berprestasi di lapangan sekaligus berprestasi di kelas,” ujarnya.
Kegiatan pembagian bola FIFA dari Kemenpora tersebut juga disambut antusias oleh pelatih, pembina dan pemain SSB Java Medan Club.
Mereka berharap program ini tidak hanya mendukung kebutuhan sarana olahraga, tetapi juga menanamkan disiplin dan nilai pendidikan sejak dini.
(REL/RZD)