Warga Mengeluh ke Henry Jhon Hutagalung Jalan Sempakata Bertahun–Tahun Rusak, Merasa Seolah Desa Tertinggal (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Warga Jalan Bunga Sedap Malam 5, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang mewakili warga Sedap Malam mengeluhkan fasilitas jalan di kawasan mereka tinggal. Pasalnya, sudah cukup lama jalan tersebut rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah Kota Medan.
"Saya mewakili warga Sempakata menyampaikan aspirasi bahwa jalan kami sudah sekian lama tidak juga diperbaiki. Warga merasa Sempakata seakan desa tertinggal. Kami mohon kepada wakil kami Pak Henry Jhon Hutagalung agar menyampaikan aspirasi kami, agar ke depan warga bisa merasakan perbaikan jalan di daerah kami itu," pinta warga kepada anggota DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dalam Reses Masa Sidang III Tahun Sidang I 2025-2026 yang dilaksanakan di GSJA Sukacita, Jalan Pekong, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (21/2/2026) yang turut dihadiri Ogie Tri Nanda Karo–Karo mewakili Dinas Sosial.
Warga lainnya Ali Telembanua mempertanyakan tentang BPJS Kesehatan miliknya yang mana dirinya sudah tidak mampu membayar BPJS.
"Tapi saat sakit, BPJS sudah tidak berlaku karena tidak bayar. Jadi Bagaimana membantu saya agar bisa berobat tapi bebas berbayar jika opname di rumah sakit," tanyanya kepada Henry Jhon Hutagalung maupun kepada Merry Pangaribuan mewakili pihak Puskesmas Polonia.
Menyahuti keluhan warga terkait jalan rusak di Jalan Bunga Sedap Malam 5, Henry Jhon Hutagalung akan menyampaikan persoalan tersebut ke walikota Medan.
"Terima kasih atas usulannya," tegas Henry Jhon Hutagalung.
Sementara Terkait BPJS Kesehatan yang disampaikan Ali Telembanua, Merry Pangaribuan menegaskan bahwa apabila warga sudah tidak mampu membayar BPJS Kesehatannya atau banyak tunggakan, lalu warga sakit, Merry menyarankan agar warga langsung berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit jika gawat darurat, dengan syarat harus memiliki KTP Medan dan menegaskan bahwa warga menggunakan program Universal Health Coverage (UHC).
"Jika warga tidak menyebutkan menggunakan program UHC, nanti malah dialihkan jadi pasien umum," sarannya.
Disampaikan Merry, jangan sampai seperti yang viral belakangan ini, warga marah–marah di puskesmas. Padahal warganya tidak punya KTP.
"Jadi kita susah membantu jika tidak memiliki KTP," cetusnya.
Oleh karena itu, Merry menyarankan, agar para ibu yang masih muda, tolong, kalau anaknya lahir, menantunya melahirkan atau cucunya lahir, keluarganya yang baru lahiran tolong segera ke Disdukcapil untuk mengaktifkan NIK anaknya. Jadi kalau anak itu sudah ada NIK, semua jadi mudah. Intinya urusan dimana mana harus memiliki NIK.
"Bahkan, jika tidak punya uang, kalau ada NIK kita bisa dibantu. Kalau tidak ada NIK, mau membantu susah. Jadi jangan ketika sakit baru heboh ke Disdukcapil, ke kantor lurah minta surat ini dan itu. Kita minta surat keterangan miskin pun tetap harus ada NIK," tegasnya.
Di kesempatan itu, Henry Jhon Hutagalung juga menambahkan, banyak warga pindahan dari luar kota ke Medan tapi tidak mengurus surat pindahnya.
"Dia tinggal di sini, cari makan di sini. Jadi kalau ada bapak ibu yang memang pindahan dari luar kota ke Medan, segeralah minta surat pindahnya. Biar nanti diurus di sini KTP Medannya. Terkait dengan kesehatan bisa lebih lancar," pesan anggota Komisi II DPRD Medan itu.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga menyarankan agar warga mengurus akte lahir. Sekarang sudah gampang. Karena di Pringgan sudah ada Mall Pelayanan Publik.
"Sekarang lebih mudah dan kita lebih dihargai. Silahkan dimanfaatkan agar semua berjalan dengan baik," pungkasnya.
(MC/RZD)