Laju Kurir Sabu 21 Kg Terhenti di Lubuk Pakam, Polresta Deliserdang Tangkap 2 Tersangka (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Deliserdang – Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 21,1 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina berhasil disita dari dua orang tersangka pada Selasa (10/2/2026).
Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, melalui Kasatres Narkoba Kompol Fery Kusnadi, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengintaian maraton sejak Minggu malam.
Narkotika haram tersebut diketahui berasal dari Aceh dan rencananya akan diselundupkan menuju Jakarta melalui jalur darat.
Penyelidikan dimulai ketika petugas mendapat informasi mengenai pergerakan barang haram dari wilayah Belawan.
Setelah melakukan pemantauan intensif selama dua hari, tim mencurigai dua pria yang menaiki transportasi daring menuju arah Lubuk Pakam dengan membawa tas ransel dan koper pakaian.
Penyergapan akhirnya dilakukan tepat pukul 09.00 WIB di Jalan Lintas Medan–Lubuk Pakam. Dua tersangka yang berhasil ditangkap adalah R (29), warga Kabupaten Bireuen, Aceh, dan Z (34), warga Medan Belawan.
Dalam penggeledahan yang dilakukan di tempat kejadian, petugas menemukan pemandangan yang kontras. Sabu seberat 21.142 gram tersebut disembunyikan di dalam 10 bungkus plastik teh Cina, di dalam tas gunung biru. Kemudian 10 bungkus plastik teh Cina di dalam koper pakaian berwarna pink.
Selain sabu, polisi juga menyita dua unit telepon genggam yang digunakan para tersangka untuk berkoordinasi dalam jaringan peredaran gelap ini.
"Pengungkapan ini adalah komitmen nyata kami. Tidak ada ruang bagi bandar maupun kurir narkoba di wilayah hukum Polresta Deliserdang. Kami memutus mata rantai peredaran lintas provinsi ini sebelum sampai ke ibu kota," tegas Kombes Pol Hendria Lesmana, Sabtu (21/2/2026).
Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Deliserdang untuk proses penyidikan lebih mendalam guna mengungkap jaringan utama di balik pengiriman jumbo ini.
(KAH/RZD)