Prediksi Terbukti: Harga Cabai Merah di Sumut Mulai ‘Pedas’, Surplus Bukan Jaminan Harga Stabil

Prediksi Terbukti: Harga Cabai Merah di Sumut Mulai ‘Pedas’, Surplus Bukan Jaminan Harga Stabil
Prediksi Terbukti: Harga Cabai Merah di Sumut Mulai ‘Pedas’, Surplus Bukan Jaminan Harga Stabil (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Sempat melandai di awal Ramadan, harga cabai merah di Sumatera Utara kini mulai menunjukkan tren pendakian. Fenomena ini sejalan dengan proyeksi yang sebelumnya disampaikan oleh Tim Pemantau Harga Pangan (TPHP) Sumatera Utara.

Ketua TPHP Sumut, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga ini merupakan dampak lanjutan dari gangguan panen di sejumlah sentra produksi akibat bencana alam pada November silam. Meski konsumsi masyarakat pasca-1 Ramadan cenderung normal, tekanan pasar dari luar wilayah tidak bisa dihindari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai merah sempat mengalami dinamika yang cukup kontras dalam beberapa hari terakhir:

  • Awal Ramadan: Sempat menyentuh level terendah Rp23.000/kg, dengan rata-rata PIHPS Medan di kisaran Rp35.500/kg.
  • Puncak Kenaikan: Pada Sabtu (21/02), harga melonjak hingga Rp40.000 - Rp42.000/kg.
  • Kondisi Terkini: Pada Minggu, harga sedikit terkoreksi ke angka Rp35.000 - Rp38.000/kg, namun tetap menunjukkan tren meningkat dibanding hari-hari sebelumnya.
Gunawan Benjamin menekankan satu poin penting: Status surplus produksi di Sumut tidak menjamin harga akan tetap murah. Secara teori, pasokan cabai Sumut jauh melebihi konsumsi lokal, namun mekanisme pasar berkata lain.

"Sekalipun Sumut memiliki supply yang melimpah, pasokan tersebut seharusnya membanjiri wilayah di luar Sumut. Saat aliran cabai ke luar daerah mulai 'mengering' sementara permintaan (demand) tetap konsisten, pasar akan terus mencari sumber pasokan hingga demand terpenuhi. Inilah yang mendorong kenaikan harga," ujar Gunawan, Minggu (22/2/2026).

Kenaikan harga di Sumut saat ini sangat bergantung pada pembentukan harga di wilayah tetangga seperti Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, hingga Jambi. Jika harga di wilayah-wilayah tersebut terus merangkak naik, maka harga di Sumut dipastikan akan terseret naik.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan jika sentra produksi lain seperti Aceh dan Jawa juga tidak mampu menutupi kebutuhan di wilayah basis konsumen.

"Jika tren ini berlanjut, bisa dipastikan cabai merah akan menjadi penyumbang inflasi, baik secara nasional maupun untuk wilayah Sumut sendiri," tutup Gunawan.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi