IJN jadi Rumah Sakit Pertama di Asia Pakai Sistem Pemetaan-Ablasi Affera™ Prism-2 untuk Fibrilasi Atrium

IJN jadi Rumah Sakit Pertama di Asia Pakai Sistem Pemetaan-Ablasi Affera™ Prism-2 untuk Fibrilasi Atrium
IJN jadi Rumah Sakit Pertama di Asia Pakai Sistem Pemetaan-Ablasi Affera™ Prism-2 untuk Fibrilasi Atrium (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Kuala Lumpur - Institut Jantung Negara (IJN) telah mencapai tonggak penting lainnya dalam layanan kardiovaskular dengan mengadopsi Sistem Pemetaan & Ablasi Affera™ Prism-2 bersama Kateter Sphere-9™, sekaligus menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis memanfaatkan platform elektrofisiologi terintegrasi generasi terbaru ini.

Sistem Affera™ Prism-2 menghadirkan perangkat lunak pemetaan jantung canggih dan teknologi ablasi energi ganda dalam satu platform terpadu, yang memungkinkan para dokter spesialis menangani gangguan irama jantung kompleks dengan tingkat presisi dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Dengan mengintegrasikan pemetaan dan terapi dalam satu sistem, teknologi ini mendukung peningkatan efisiensi prosedur sekaligus mempertahankan profil keamanan klinis yang kuat.

Kateter Sphere-9™ menggabungkan fungsi pemetaan dan terapi dalam satu perangkat, sehingga mengurangi kebutuhan akan berbagai alat khusus selama prosedur. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan ketepatan tindakan.

Selain itu, sistem ini bersifat revolusioner dalam desainnya karena memiliki kemampuan untuk menghantarkan dua jenis energi, yaitu energi radiofrekuensi termal serta energi medan berdenyut (pulsed field) non-termal dalam satu platform yang sama.

Modalitas energi ini membantu menargetkan jaringan jantung abnormal yang bertanggung jawab atas fibrilasi atrium, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap struktur jantung di sekitarnya.

Selain itu, teknologi ini memungkinkan dokter menyesuaikan pilihan energi sesuai dengan kebutuhan klinis dan anatomi spesifik setiap pasien. Kemampuan penggunaan dua jenis energi ini memberikan fleksibilitas dalam prosedur serta mendukung strategi terapi yang lebih presisi dan terpersonalisasi.

Fibrilasi atrium (AFib), gangguan irama jantung yang paling umum di dunia, memengaruhi lebih dari 60 juta orang secara global. Kondisi ini terjadi ketika ruang atas jantung (atrium) berdetak secara tidak teratur, sehingga mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien.

Jika tidak ditangani, AFib meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, serta rawat inap berulang, yang secara signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.

Seiring dengan terus meningkatnya kasus fibrilasi atrium (AFib), kebutuhan akan solusi pengobatan yang lebih canggih dan efektif menjadi semakin penting.

Prof. Dato’ Sri Dr. Mohamed Ezani Md Taib, Ketua Pegawai Eksekutif Institut Jantung Negara, mengatakan bahwa menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan sistem Affera™ Prism-2 menegaskan komitmen IJN dalam memajukan inovasi di bidang kardiologi.

“Menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan sistem Affera™ Prism-2 merupakan tonggak pencapaian penting bagi IJN. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan terapi jantung terbaru bagi masyarakat Malaysia, selaras dengan standar global,” sebutnya, Rabu (25/2/2026).

“Kemajuan ini memungkinkan kami untuk menawarkan kepada pasien pendekatan pengobatan yang lebih presisi, didukung oleh data keamanan klinis yang kuat. Yang lebih penting, hal ini memastikan pasien dengan kondisi gangguan irama jantung yang kompleks memiliki akses terhadap pilihan terapi yang lebih aman dan lebih canggih di dalam negeri, tanpa perlu mencari perawatan ke luar negeri,” tambahnya.

Dari perspektif klinis, diperkenalkannya platform Prism-2 yang terintegrasi semakin memperkuat kemampuan IJN dalam menangani kasus aritmia yang kompleks.

Datuk Dr. Azlan Hussin, Konsultan Kardiologi Senior dan Direktur Klinis Elektrofisiologi Intervensi & Perangkat Implan di IJN, mengatakan bahwa fibrilasi atrium tetap menjadi kondisi yang progresif dan menantang.

“Fibrilasi atrium sering kali menjadi lebih sulit untuk ditangani seiring dengan progresivitas penyakitnya. Integrasi perangkat lunak pemetaan canggih dengan teknologi ablasi energi ganda memungkinkan kami untuk mempersonalisasi terapi bagi setiap pasien secara lebih efektif. Pada akhirnya, hal ini meningkatkan luaran klinis dan memberikan harapan baru bagi individu yang hidup dengan gangguan irama jantung persisten,” ujarnya.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi IJN sebagai pusat rujukan regional untuk prosedur elektrofisiologi tingkat lanjut serta menegaskan komitmennya yang berkelanjutan dalam menghadirkan inovasi medis yang diakui secara global ke Malaysia.

Sebagai institut jantung nasional Malaysia, IJN tetap berkomitmen untuk memastikan para pasien memperoleh manfaat dari kemajuan medis terkini, yang didukung oleh keahlian spesialis serta fasilitas berkelas dunia.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi