Era Baru BPJS Ketenagakerjaan: Saiful Hidayat Resmi Jadi Dirut, Usung Strategi 3C (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menetapkan jajaran kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan untuk masa jabatan 2026–2031. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/P Tahun 2026 yang berlaku efektif sejak 19 Februari 2026.
Mewakili Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, melantik jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru. Dalam sambutannya, Menko PM menegaskan bahwa jaminan sosial adalah instrumen vital dalam memandirikan rakyat agar terlepas dari ketergantungan bantuan sosial menuju produktivitas yang bermartabat.
Dalam struktur baru ini, Dedi Hardianto (unsur pekerja) ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas menggantikan Muhammad Zuhri. Sementara itu, posisi Direktur Utama kini dijabat oleh Saiful Hidayat, menggantikan Pramudya Iriawan Buntoro.
Berikut adalah komposisi lengkap manajemen BPJS Ketenagakerjaan 2026–2031:
Dewan Pengawas:
Ketua: Dedi Hardianto (Unsur Pekerja)
Anggota: Swartoko & Sudarso (Pemerintah), Ujang Romli (Pekerja), Abdurrakhman Lahabato & Sumarjono Saragih (Pemberi Kerja), Alif Noeriyanto Rahman (Tokoh Masyarakat).
Direksi:
Direktur Utama: Saiful Hidayat
Direktur: Ihsanudin (Perencanaan Strategis & TI), Harjono Siswanto (Human Capital & Umum), Agung Nugroho (Kepesertaan), Trisna Sonjaya (Pelayanan), Eko Purnomo (Pengembangan Investasi), Bambang Joko Sutarto (Keuangan).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memaparkan arah strategis institusi lima tahun ke depan melalui pendekatan 3C:
Coverage (Cakupan): Akselerasi akuisisi peserta baru, khususnya menyasar pekerja informal (Bukan Penerima Upah), UMKM, dan pekerja migran yang selama ini belum terproteksi secara maksimal.
Care (Kepedulian): Transformasi layanan berbasis digital untuk memastikan klaim yang lebih cepat, transparan, dan mudah. Termasuk penguatan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) seperti penyediaan hunian sewa murah bagi pekerja.
Credibility (Kredibilitas): Memperkuat tata kelola investasi yang sehat, akuntabel, dan transparan guna menjaga kepercayaan publik serta pemangku kepentingan (stakeholders).
"Kami ingin hadirkan pelayanan yang bukan sekadar administratif, tapi benar-benar terasa sebagai wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya," tegas Saiful.
Penetapan ini disambut optimis oleh jajaran di daerah. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jefri Iswanto, menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru ini.
"Semoga BPJS Ketenagakerjaan semakin lebih baik ke depan. Pergantian pucuk pimpinan ini diharapkan memberikan dampak langsung yang signifikan bagi perlindungan dan kesejahteraan para pekerja serta peserta di seluruh daerah," ujar Jefri.
Dengan pengawasan yang kuat dan manajemen yang solid, BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial ekonomi nasional secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
(JW/RZD)