Menu MBG Berulat di Tanjung Beringin: SPPG Desa Pekan Bungkam, Keluarga Siswa Desak Evaluasi Total (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sergai – Kualitas penyaluran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali menjadi buah bibir negatif. Setelah sebelumnya ditemukan cacing di Sei Rampah, kini giliran menu jeruk yang busuk dan berulat ditemukan dalam paket bantuan yang diterima siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Beringin, Kamis (26/2/2026).
Temuan menjijikkan ini mendadak viral setelah akun Facebook milik Hadil Azhari mengunggah foto buah jeruk dari paket MBG yang kondisinya sangat tidak layak konsumsi. "Buah jeruk dari MBG, layakkah?" tulis Hadil dalam keterangan fotonya yang memancing amarah warganet.
Diduga Menggunakan Barang Sortiran
Postingan tersebut sontak dibanjiri kritik pedas. Sejumlah warganet meluapkan kekecewaannya dan menduga adanya kecurangan dalam pengadaan bahan pangan. "Mungkin beli jeruknya yang sortiran sampah, tolong diperhatikan lagilah SPPG Tanjung Beringin Desa Pekan," tulis salah satu komentar warganet yang geram.
Selama bulan suci Ramadhan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sergai memang telah menyesuaikan menu dengan memberikan bahan pangan kering untuk dibawa pulang. Namun, masyarakat menegaskan bahwa perubahan menu tersebut bukan alasan bagi penyalur untuk mengabaikan kualitas dan higienitas bahan.
Keluarga Penerima Manfaat Kecewa
Hadil Azhari, saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2), membenarkan bahwa unggahan tersebut adalah miliknya. Ia sengaja memviralkan kejadian itu sebagai bentuk protes karena keluarganya adalah penerima manfaat program tersebut.
"Saya ingin agar pihak SPPG lebih teliti dan berhati-hati dalam mengemas menu untuk peserta didik. Saya dengar ada pihak yang mencari saya dan keluarga setelah postingan ini viral. Menurut saya, mereka tidak perlu mencari orangnya, cukup minta maaf dan pastikan ini tidak terulang kembali," tegas Hadil dengan nada kecewa.
SPPG Pilih Bungkam
Program MBG yang merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, kejadian berulang di Sergai menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengawasan distribusi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Desa Pekan Tanjung Beringin, Khoiruddin, S.Sos, tidak memberikan jawaban apapun alias bungkam saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Jumat sore.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Daerah Serdang Bedagai untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja SPPG di wilayahnya, agar dana besar dari program nasional ini benar-benar memberikan manfaat gizi, bukan justru membahayakan kesehatan peserta didik.
(BAH/RZD)