Program Mahasiswa UNAND Serahkan Alat Produksi dan Modul Pendampingan ke UMKM PURI Lubuk Minturun (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan pengabdian masyarakat dalam rangka mendorong pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat pascabencana melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI). Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelurahan Lubuk Minturun Sungai Lareh, Koto Tangah Padang, Sumatera Barat pada Rabu, 26 Februari 2026.
Tim program yang diketuai oleh Hasdi Putra, M.T. beserta 50 orang mahasiswa dari UKM FKI Rabbani dan UKPMF Biner menyerahkan bantuan alat produksi kepada UMKM PURI yang merupakan mitra sasaran program. Kegiatan penyerahan bantuan ini merupakan puncak dari pengabdian masyarakat yang telah dimulai sejak Selasa, 3 Februari 2026 lalu.
Sejak awal pelaksanaan, Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya dirancang dalam bentuk pelatihan dan sosialisasi, tetapi juga pendampingan berkelanjutan yang disertai dukungan sarana usaha. Tim program telah melaksanakan pelatihan aplikasi Point of Sale (POS), pengelolaan reseller, keamanan transaksi digital, serta pemasaran berbasis konten, kegiatan pada 11 dan 24 Februari 2026 lalu. Rangkaian kegiatan tersebut disempurnakan dengan penguatan aspek produksi melalui pemberian alat serta modul pendukung penggunaan dan perawatan.
Bantuan yang diserahkan kepada UMKM PURI bernilai total Rp59.720.000. Bantuan ini meliputi satu unit mesin parut jahe merah serbaguna senilai Rp16.500.000, satu unit mesin peras serbaguna senilai Rp18.700.000, satu unit mixer besar berkapasitas 20 liter senilai Rp16.020.000, satu unit meja stainless steel senilai Rp3.500.000, serta paket alat penunjang produksi senilai Rp5.000.000 yang terdiri dari kompor api besar, kuali, panci, sendok kuali, saringan jahe, gas LPG 3 kg, timbangan digital, hingga perlengkapan kemasan produk.
Pemberian bantuan ini diharapkan menjadi solusi atas kendala produksi yang selama ini masih dilakukan secara manual, terutama pada proses pemarutan dan pemerasan jahe merah. Metode manual dinilai memakan waktu dan tenaga, serta membatasi kapasitas produksi ketika permintaan meningkat. Mixer berkapasitas besar membuka peluang diversifikasi produk, sementara meja stainless steel serta perlengkapan penunjang membantu menciptakan alur produksi yang lebih tertata dan sesuai standar kebersihan pangan.
Pendampingan Teknis dan Pemberian Modul Penggunaan Alat
Tidak hanya menyerahkan alat, tim Program Mahasiswa Berdampak juga memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada anggota UMKM PURI. Dalam sesi praktik, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah operasional penggunaan setiap mesin, mulai dari persiapan bahan, proses pengoperasian, hingga prosedur penghentian mesin secara aman.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, UMKM PURI juga diberikan modul panduan tertulis yang memuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan masing-masing alat, panduan keselamatan kerja, panduan perawatan alat, jadwal perawatan berkala, serta estimasi peningkatan kapasitas produksi.
Modul ini dirancang dengan bahasa yang sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh seluruh anggota UMKM, termasuk ibu-ibu yang terlibat langsung dalam proses produksi. Dengan adanya panduan tertulis, diharapkan penggunaan alat tidak hanya efektif pada tahap awal, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Penguatan Produksi sebagai Bagian dari Transformasi Menyeluruh
Kegiatan pada 26 Februari 2026 ini menjadi penguatan dari rangkaian Program Mahasiswa Berdampak yang sebelumnya telah menyasar aspek manajemen dan digitalisasi usaha. Pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh: mulai dari pencatatan transaksi melalui aplikasi POS, pengelolaan reseller dan penjualan digital, literasi keamanan transaksi, strategi pemasaran berbasis konten, hingga peningkatan kapasitas produksi melalui teknologi tepat guna.
Melalui pemberian alat produksi yang disertai pendampingan dan modul teknis, UMKM PURI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kualitas produk, serta memenuhi permintaan pasar secara lebih optimal. Selain itu, aspek keamanan kerja dan perawatan alat menjadi perhatian khusus agar investasi sarana produksi ini benar-benar memberikan dampak jangka panjang.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan Dampak Program
Program Mahasiswa Berdampak di Lubuk Minturun Sungai Lareh menempatkan mahasiswa sebagai fasilitator transformasi sosial yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan solusi teknologi dan manajerial yang aplikatif. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, UMKM PURI, serta TP PKK menjadi fondasi utama keberlanjutan program.
Dengan adanya bantuan alat produksi senilai Rp59.720.000 yang disertai modul dan pendampingan teknis, Universitas Andalas melalui Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian usaha masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan