PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka, Implementasikan Pemulihan Terpadu Pascabanjir Berbasis Adaptasi Iklim

PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka, Implementasikan Pemulihan Terpadu Pascabanjir Berbasis Adaptasi Iklim
PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka di Sergai (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Pascabanjir yang melanda Desa Suka Damai, Serdang Bedagai harapan baru tumbuh melalui kehadiran mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka dalam Program PKM Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi 2026. Mengusung tema “Pemulihan Terpadu Pascabencana Banjir Berbasis Adaptasi Iklim melalui Pemberdayaan Agribisnis, Kewirausahaan, dan Kesehatan Masyarakat,”.

Program ini dilaksanakan pada 6–28 Februari 2026 di Kabupaten Serdang Bedagai.

Bermitra dengan Pemerintah Desa Suka Damai, Gapoktan Mekar, dan PKK Desa Suka Damai, program ini tidak hanya menghadirkan pendampingan, tetapi juga aksi nyata berbasis kebutuhan masyarakat. Pendekatan terpadu dilakukan untuk memperkuat ketahanan desa dari sisi pangan, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat.

Ketua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Herlyna Novasari Siahaan, S.P., M.Sc, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan tiga fokus utama yaitu agribisnis, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan.

Pada sektor agribisnis, mahasiswa menggelar Sekolah Lapang Iklim guna meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus berkolaborasi dengan BMKG. Selain itu, diperkenalkan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) sebagai solusi ketahanan pangan rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep urban farming bersama Ibu PKK.

Dukungan teknologi juga diberikan berupa benih, pupuk, pestisida, serta media budidaya guna memastikan keberlanjutan program.

Di bidang kesehatan masyarakat, kegiatan senam bersama lansia dan Ibu PKK, layanan posyandu, serta pemeriksaan kesehatan dasar menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran hidup sehat pascabencana. Penyediaan alat layanan kesehatan turut menunjang kegiatan preventif dan promotif di desa.

Sementara pada sektor kewirausahaan, mahasiswa memberikan pelatihan labeling dan packaging produk UMKM untuk meningkatkan daya saing pasar, serta pelatihan ecoprint sebagai inovasi produk kreatif ramah lingkungan. Program ini dilengkapi dengan penyediaan media praktik sehingga masyarakat dapat langsung mengembangkan keterampilannya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga aktif dalam kegiatan sosial seperti gotong royong, pendampingan di lahan pertanian, serta kegiatan punggahan bersama warga. Di sekolah, kegiatan psikososial dilakukan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi safe energy, dan pengenalan kewirausahaan sejak dini.

Selain itu Kegiatan ini juga dimonev langsung oleh Kepala LPPM Hendris Syah Putra, S.P., M.Si. untuk memastikan kegiatan sesuai dengan rancangan dan tepat sasaran.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi desa terdampak bencana. Melalui pendekatan adaptasi iklim dan pemberdayaan berbasis potensi lokal, masyarakat Desa Suka Damai diharapkan semakin tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

(NS/DEL)

Baca Juga

Rekomendasi