Timur Tengah Membara: Iran Bersumpah Ratakan Fasilitas AS dan Israel dalam Serangan Balasan Masif

Timur Tengah Membara: Iran Bersumpah Ratakan Fasilitas AS dan Israel dalam Serangan Balasan Masif
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei menghadiri konferensi pers di Teheran, Iran (7/4/2025) (ANTARA/Xinhua/Shadati)

Analisadaily.com, Doha – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (28/2), Iran mengumumkan akan menargetkan seluruh fasilitas utama Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang sah.

"Semua target utama AS dan Israel di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan kami," tegas Baghaei saat diwawancarai oleh Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa Teheran memiliki hak hukum internasional untuk menyerang balik fasilitas mana pun yang digunakan untuk meluncurkan agresi terhadap kedaulatan Iran.

Pernyataan keras ini menyusul aksi militer terkoordinasi yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi.

Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi telah meluncurkan serangan udara ke jantung Iran dan segera menetapkan Status Darurat Nasional di seluruh wilayahnya guna mengantisipasi serangan balasan.

Di saat yang sama, pejabat Amerika Serikat melalui laporan Reuters mengonfirmasi bahwa militer AS turut menggempur sejumlah sasaran di Iran melalui serangan udara dan laut. Presiden Donald Trump menyebut operasi ini sebagai langkah preventif terhadap ancaman keamanan.

Tidak butuh waktu lama bagi Teheran untuk merespons. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang pertama roket, rudal, dan drone tempur ke arah wilayah Israel.

Serangan balasan Iran dilaporkan tidak hanya menyasar wilayah pendudukan, tetapi juga meluas ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di beberapa negara tetangga, termasuk:

  • Qatar
  • Uni Emirat Arab (UEA)
  • Arab Saudi
Dengan keterlibatan langsung aset militer AS di kawasan dan serangan balik Iran yang mengenai pangkalan di negara-negara teluk, para pengamat internasional memperingatkan adanya risiko perang regional skala penuh.

"Ini bukan lagi sekadar konflik perbatasan. Dengan melibatkan pangkalan di Qatar dan Arab Saudi, cakupan konflik ini telah berubah menjadi perang kawasan yang tidak terprediksi," tulis laporan Sputnik-OANA.

Dunia internasional kini menanti reaksi dari Dewan Keamanan PBB dan para pemimpin dunia di tengah situasi yang kian tak terkendali di Teheran dan Tel Aviv.

(ANT/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi