Sekjen PBB Sebut Diplomasi Nuklir Sia-Sia Pasca-Gugurnya Ali Khamenei

Sekjen PBB Sebut Diplomasi Nuklir Sia-Sia Pasca-Gugurnya Ali Khamenei
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias)

Analisadaily.com, New York – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan kekecewaan mendalam atas pecahnya konflik terbuka antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Sabtu (28/2), Guterres menyebut serangan militer besar-besaran tersebut telah menghanguskan peluang diplomasi yang selama ini dibangun.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah putaran ketiga perundingan nuklir tak langsung di Oman dan tepat saat para diplomat tengah bersiap untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pekan depan.

"Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan," ujar Guterres dengan nada getir.

Ia menekankan bahwa eskalasi ini menghancurkan momentum negosiasi yang seharusnya bisa menghindarkan kawasan dari pertumpahan darah.

Sekjen PBB mendesak adanya deeskalasi segera guna mencegah dampak yang lebih mengerikan bagi warga sipil dan stabilitas global. Ia memperingatkan bahwa tanpa penghentian permusuhan, Timur Tengah akan terjebak dalam konflik luas dengan konsekuensi yang tak terbayangkan.

Di tengah suasana duka dan ketegangan global, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang memicu kontroversi. Pasca-konfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan rudal di Teheran, Trump justru berseloroh mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Dalam wawancara bersama CBS News, Trump mengeklaim bahwa negosiasi dengan Iran kini "akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya" setelah hilangnya figur sentral Republik Islam tersebut.

Kondisi di lapangan saat ini sangat mencekam. Pemerintah Iran telah resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan seluruh aktivitas kerja selama satu minggu sebagai penghormatan atas wafatnya Ali Khamenei.

Sementara itu, serangan rudal balasan dari Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Qatar, UEA, serta Arab Saudi menandakan bahwa seruan PBB untuk kembali ke meja perundingan masih menemui jalan buntu.

Guterres menutup pernyataannya dengan mengingatkan seluruh anggota PBB untuk:

  • Mematuhi Piagam PBB dan hukum internasional.
  • Menjamin perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional.
  • Memastikan keamanan nuklir tetap terjaga di tengah hujan rudal.
(ANT/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi