MIFA Gelar Manaqib Ibunda Siti Khadijah

MIFA Gelar Manaqib Ibunda Siti Khadijah
MIFA Gelar Manaqib Ibunda Siti Khadijah (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Majelis Ilmu Fardhu ‘Ain (MIFA) menggelar kegiatan keagamaan bertajuk Manaqib Ibunda Siti Khadijah Al Kubro binti Khuwailid Sabtu (28/2/2026) di surau majelis kawasan Deli Tua.

Kegiatan dimulai berbuka puasa bersama masyarakat dan jamaah MIFA, dilanjutkan Salat Maghrib, Isya dan Tarawih berjamaah, serta pembacaan Manaqib Ibunda Siti Khadijah Al Kubro dipimpin Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde.
"Manaqib diperigati setiap tanggal 10 malam 11 hijriah, tepatnya
Ibunda Siti Khadijah wafat 11 Ramadhan tahun ke-10 kenabian atau berketepatan 619 Masehi," ujar TGD Prabu kepada wartawan, Minggu (1/3).
TGD Prabu lebih lanjut mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun kedekatan antara majelis dan masyarakat sekitar.
TGD menyampaikan, manaqib bukan sekadar pembacaan sejarah, melainkan sarana penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan umat.
“Manaqib adalah media untuk menghadirkan kembali teladan orang-orang saleh dan saleha dalam kehidupan hari ini. Dari Ibunda Khadijah, kita belajar tentang ketulusan, kesetiaan, dan pengorbanan tanpa batas,” tutur TGD.
Dalam ceramahnya TGD Prabu mengangkat tentang
keteladanan Siti Khadijah Al-Kubra sebagai sosok perempuan mulia, istri Rasulullah SAW, yang dikenal atas keteguhan iman, pengorbanan, dan kontribusinya dalam perjuangan dakwah Islam.
Figur Ibunda Siti Khadijah memiliki relevansi kuat dengan kondisi umat saat ini, khususnya dalam membangun keluarga dan masyarakat yang kokoh secara moral.
“Khadijah bukan hanya sosok istri nabi, tetapi simbol kekuatan perempuan dalam menopang dakwah dan peradaban. Keteladanannya sangat kontekstual untuk kita refleksikan di era sekarang,” papar TGD.
Selain pembacaan kisah Manaqib Ibunda Siti Khodijah Al Kubro, acara diisi juga dengan pemberian bingkisan dan bantuan kepada para jemaah.(rel/mp)

Baca Juga

Rekomendasi