PKM Mahasiswa Berdampak ST Bhinneka di Desa Tanjung Gusta (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Mahasiswa dari Universitas Satya Terra Bhinneka melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak Untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera Tahun 2026 dengan judul "Implementasi Pertanian Cepat Panen Pascabencana Berbasis Mikrogreen, Aquaponik dan Ecoenzyme sebagai Strategi Pemulihan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat Tanjung Gusta.”
Kegiatan ini berlangsung mulai 9 Februari 2026 hingga 28 Februari 2026 dengan melibatkan 50 mahasiswa dari Universitas Satya Terra Bhinneka.
Program dilaksanakan di Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang dengan 2 mitra sasaran yaitu Kelompok Tani Bunga Tanjung dan Kelompok Tani Bunga Asoka sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan pascabencana melalui inovasi pertanian adaptif dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Ketua Dosen Pembimbing, Mei Ryan Sandi, S.P., M.P, yang menegaskan bahwa pertanian cepat panen menjadi solusi strategis dalam mempercepat pemulihan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat terdampak.
Dalam implementasinya, mahasiswa menghadirkan instalasi aquaponik terpadu serta budidaya mikrogreen dengan masa panen 7–14 hari. Sistem aquaponik yang dibangun memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem berkelanjutan, sementara mikrogreen menjadi alternatif sayuran sehat bernilai ekonomis tinggi dengan siklus produksi cepat. Selain itu, masyarakat juga diberikan pelatihan pembuatan ecoenzyme dari limbah organik rumah tangga sebagai pupuk cair alami yang ramah lingkungan.
Tidak hanya pada aspek teknologi pertanian, program ini juga memperkuat sektor kewirausahaan dan bisnis. Mahasiswa memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan pembuatan labeling dan packaging produk, serta membangun identitas merek (branding) usaha kelompok tani dengan nama Green Gusta. Branding ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk serta memperluas jangkauan pasar masyarakat.
Pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev), turut hadir Ketua LPPM Universitas Satya Terra Bhinneka Hendris Syah Putra, S.P.,M.Si yang memberikan apresiasi atas capaian program serta menilai bahwa kegiatan ini telah memenuhi aspek keberlanjutan, kebermanfaatan, dan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran LPPM menjadi bentuk komitmen institusi dalam memastikan kualitas pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak berjalan optimal dan tepat sasaran.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret dan aplikatif bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi pertanian cepat panen berbasis mikrogreen, aquaponik, dan ecoenzyme sangat relevan dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, LPPM, pemerintah daerah, dan kelompok tani, program ini diharapkan menjadi model percontohan pertanian adaptif pascabencana di wilayah Desa Tanjung Gusta dan sekitarnya, serta mampu memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(NS)