Andalkan Hub Baru, Lion Parcel Percepat Distribusi Logistik dari Medan ke Seluruh Indonesia (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Lion Parcel resmi memperkuat cengkeraman bisnisnya di Sumatera Utara dengan meluncurkan infrastruktur logistik terbaru di Medan.
Langkah strategis ini diambil menyusul tren pertumbuhan pengiriman di "Kota Ketua" yang terus meningkat stabil, terutama didominasi oleh komoditas fesyen menuju Jabodetabek.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa Medan adalah kontributor krusial bagi performa perusahaan sepanjang 2025.
"Permintaan layanan logistik di Medan terus tumbuh, baik untuk kebutuhan personal maupun pelaku usaha. Inilah alasan kami terus berinovasi," ujar Kenny, Kamis (5/3/2026).
Untuk menjawab tantangan volume pengiriman yang besar, Lion Parcel membangun pusat distribusi (hub) baru seluas 5.200 m² di kawasan Jalan Arteri Kualanamu.
Lokasi ini dipilih karena akses instan menuju Bandara Internasional Kualanamu dan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi.
Hub ini tidak hanya luas, tetapi juga mengusung teknologi terkini:
* Multigate Loading Dock: Mempercepat proses bongkar muat barang secara masif.
* Integrasi Regulated Agent (RA): Pemeriksaan keamanan kargo udara dilakukan di lokasi yang sama.
* Teknologi Keamanan: Dilengkapi mesin X-ray dual view, Explosive Trace Detector (ETD), hingga Walk Through Metal Detector (WTMD).
Selain infrastruktur, Lion Parcel juga memperluas jaringan bisnis B2B melalui program Corporate Referral.
Chief Sales Officer Lion Parcel, Arif Wibowo, menjelaskan bahwa masyarakat kini bisa mendapatkan insentif komisi hingga Rp5 juta jika berhasil mereferensikan perusahaan untuk menjadi pelanggan korporat Lion Parcel.
"Kami ingin memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha. Program referral ini adalah strategi kami untuk tumbuh bersama masyarakat sambil tetap menjaga kualitas layanan," tambah Arif.
Menyambut periode peak season Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Lion Parcel telah menyiagakan tambahan kapasitas gudang, armada, dan sumber daya manusia.
Penguatan sistem teknologi juga dilakukan agar pelanggan dapat memantau posisi paket secara transparan dan akurat di tengah lonjakan pengiriman.
"Keandalan layanan menjadi harga mati, terutama bagi mitra B2B yang kelancaran bisnisnya bergantung pada ketepatan waktu distribusi kami," pungkas Arif.
(JW/RZD)