Sejumlah Kendaraan Mogok Akibat Solar Diduga Bercampur Pertalite di Natal

Sejumlah Kendaraan Mogok Akibat Solar Diduga Bercampur Pertalite di Natal
Sejumlah Kendaraan Mogok Akibat Solar Diduga Bercampur Pertalite di Natal (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Natal - Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami gangguan hingga mogok di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kondisi tersebut diduga akibat bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar yang tercampur dengan pertalite.

‎Informasi tersebut disampaikan oleh seorang mekanik bengkel di Desa Panggautan, Kecamatan Natal yang akrab dirinya disapa dengan Ali Bengkel.

‎Ia mengaku menerima beberapa kendaraan yang mengalami masalah setelah diduga menggunakan BBM yang tercampur.

‎Menurut Ali, kejadian itu bermula ketika ia mendapat telepon dari pelanggan atau pemilik mobil yang mengeluhkan kendaraannya mogok setelah mengisi bahan bakar jenis Bio Solar di SPBU 14.229.325 Natal tadi pagi.

‎“Awalnya saya ditelepon oleh langganan yang mengatakan mobilnya mogok. Mereka curiga minyaknya bercampur. Saya sarankan agar mobil jangan lagi dihidupkan dan langsung ditarik ke bengkel,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

‎Setelah kendaraan tersebut dibawa ke bengkel dan dilakukan pengecekan, Ali mengaku menemukan adanya indikasi bahan bakar yang tidak normal di dalam tangki kendaraan.

‎“Memang benar, setelah dibongkar dan dicek, minyaknya bercampur dan baunya menyengat. Kami kemudian memfilter ulang tangki, mengganti selang, dan melakukan pemindaian pada sistem injektor,” katanya.

‎Ia menjelaskan, kendaraan yang mengalami gangguan tersebut mayoritas merupakan kendaraan dengan standar emisi Euro 4 yang menggunakan sistem injeksi dan komputerisasi mesin, sehingga lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.

‎“Kalau mobil Euro 4 memang lebih sensitif. Begitu kualitas solar tidak bagus, langsung terasa. Suara mesin jadi berbeda dan muncul dentingan,” jelasnya.

‎Ali menyebutkan, hingga saat ini setidaknya tiga kendaraan yang ia tangani mengalami keluhan serupa, yakni satu unit mobil Panther dan dua unit kendaraan jenis truk.

‎“Yang saya tangani ada tiga unit. Satu Panther touring dan dua kendaraan truk. Yang lain saya tidak tahu karena mungkin ditangani bengkel lain,” ujarnya.

‎Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik kendaraan, BBM yang digunakan sebelum kendaraan mengalami gangguan diduga berasal dari SPBU 14.229.325 Natal. Dugaan sementara menyebutkan solar tersebut tercampur dengan pertalite.

‎Ali menambahkan, kendaraan yang masuk ke bengkelnya mulai dari pagi hari dan proses pembongkaran serta pengecekan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB.

‎"Setelah dilakukan pembersihan tangki, penggantian filter, serta pengisian solar baru, kendaraan-kendaraan tersebut dapat kembali beroperasi normal," tambahnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 14.229.325 Natal belum memberikan keterangan resmi terkait kualitas BBM yang disalurkan, meskipun telah dihubungi sebanyak empat kali melalui panggilan telepon serta diajukan sejumlah pertanyaan melalui pesan WhatsApp melalui Asisten Manajer Habibi di no 0831- xxxx - x500. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi