Mahasiswi IPB Penerima Beasiswa Martabe Cemas Kuliah Terancam Terhenti (HIH)
Analisadaily.Com, Batang Toru - Penghentian operasi Tambang Emas Martabe menyusul pencabutan izin pemerintah pascabencana hidrometeorologi 25 November 2025 memunculkan kekhawatiran baru bagi penerima program beasiswa perusahaan tersebut, termasuk mahasiswi IPB University, Bunga Berito Olivia Pandiangan.
Mahasiswi semester dua itu selama ini menempuh pendidikan tinggi berkat Beasiswa Martabe Prestasi 2025 yang diberikan oleh PT Agincourt Resources (AR).
Bantuan tersebut mencakup pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) serta uang saku yang menjadi penopang utama biaya studinya.
Kekhawatiran itu muncul setelah operasional tambang emas Martabe dihentikan, yang berpotensi memengaruhi sejumlah program pemberdayaan masyarakat, termasuk beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asal daerah sekitar tambang.
“Kalau beasiswa ini berhenti, tentu akan menjadi kendala besar bagi saya untuk melanjutkan kuliah,” kata Bunga kepada wartawan melalui telepon selulernya, Senin, (9/3).
Bunga merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Selamat Pandiangan (56) dan Rinduwati Situmeang (52), warga Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Ayahnya bekerja menjual hasil bumi dengan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya ibu rumah tangga.
Beban ekonomi keluarga saat ini berada pada titik berat karena beberapa anak masih membutuhkan biaya pendidikan.
Anak sulung keluarga tersebut masih berkuliah di Universitas Palangkaraya, adiknya duduk di kelas XII di SMAN 1 Padangsidimpuan, dan anak bungsu masih sekolah dasar.
Situasi keluarga semakin tertekan setelah banjir bandang melanda desa mereka. Rumah keluarga Pandiangan sempat diterjang banjir yang merusak sebagian bangunan dan perabot rumah tangga.
Bahkan becak milik ayahnya yang digunakan untuk mengangkut hasil bumi dilaporkan hilang terseret arus.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih, Bunga mengaku keberlanjutan beasiswa menjadi faktor penting agar ia dapat menyelesaikan pendidikannya.
Menurutnya, selain program pendidikan, perusahaan tambang tersebut selama ini juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara serta bantuan kebutuhan dasar.
Namun dengan terhentinya operasi tambang, muncul kekhawatiran bahwa sejumlah program sosial yang selama ini menopang masyarakat sekitar juga akan ikut terhenti.
Bunga berharap, pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan keberlanjutan bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa agar tidak menjadi korban dari dampak kebijakan tersebut.
“Kami hanya ingin tetap bisa menyelesaikan kuliah,” ujarnya
(HIH/BR)