SPBU 14.229.325 Natal. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Natal - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.229.325 Natal, Kecamatan Natal menghentikan sementara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) setelah muncul keluhan dari sejumlah konsumen terkait kendaraan yang mengalami gangguan usai mengisi BBM Jenis Bio Solar.
“Langkah ini kami ambil agar tidak semakin banyak konsumen yang terdampak. Lebih baik penyaluran dihentikan sementara sampai ada kejelasan dari hasil pemeriksaan,” ujar Assisten Manager, Habibi, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (10/3/26).
Menurutnya, penyebab pasti gangguan tersebut belum dapat dipastikan. Ada kemungkinan berasal dari beberapa faktor, mulai dari kondisi alam, faktor manusia, hingga kemungkinan masalah teknis pada mesin atau peralatan.
Ia juga menegaskan bahwa dugaan adanya air dalam BBM bukan berarti merupakan unsur kesengajaan. Hal tersebut bisa saja terjadi akibat kebocoran atau faktor lain yang masih dalam proses penelusuran oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
“Bukan berarti ada unsur kesengajaan. Bisa saja karena ada kebocoran atau faktor lain. Itu yang masih dianalisis bersama pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut,” katanya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, pihak SPBU mengaku telah menanggung biaya perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan setelah mengisi Bio Solar di lokasi SPBU tersebut.
Selain itu, BBM milik konsumen yang diklaim bermasalah juga diganti.
“Kalau ada kendaraan yang servis karena kejadian itu, biaya perbaikannya kami tanggung. BBM yang mereka beli juga kami ganti,” ujar Habibi.
Dari data sementara, terdapat sekitar empat hingga lima pemilik kendaraan yang melaporkan kendaraannya mengalami gangguan dan harus diservis.
Sementara beberapa konsumen lain hanya mengembalikan BBM yang telah dibeli.
Saat ini, tangki BBM Bio Solar yang diduga bermasalah telah disegel dan tidak boleh digunakan sementara waktu. Sampel BBM juga telah diambil untuk diuji di laboratorium oleh pihak terkait.
“BBM yang ada di tangki untuk sementara tidak boleh disalurkan. Tangki dan nozzle sudah disegel. Kami juga tidak diperbolehkan menyentuhnya sampai ada hasil pemeriksaan,” katanya.
Ia menambahkan, BBM yang ada di tangki kemungkinan akan ditarik oleh pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan diganti dengan pasokan baru sebelum penyaluran kembali dilakukan.
Dia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami membawa nama Pertamina sebagai penyalur, jadi jangan sampai konsumen dirugikan. Kalau perusahaan rugi itu risiko, tapi pelayanan kepada masyarakat tetap harus diutamakan,” ujarnya.
Saat ini, SPBU 14.229.325 Natal masih menunggu hasil uji laboratorium serta keputusan dari pihak Pertamina Patra Niaga mengenai kapan penyaluran Bio Solar dapat kembali dilakukan.
Sebelumnya diberitakan Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami gangguan hingga mogok di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Kondisi tersebut diduga akibat bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar yang tercampur dengan pertalite diduga berasal dari SPBU 14.229.325 Natal. (RES) (WITA)











