UNPRI Kirim Mahasiswa Dampingi UMKM Pesisir Tapteng, Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Tapanuli Tengah – Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan melalui Program Mahasiswa Berdampak yang didanai Diktisaintek melaksanakan kegiatan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pesisir di Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Program yang berlangsung selama satu bulan, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026, ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana melalui penguatan kapasitas usaha dan digitalisasi pemasaran.
Ketua Tim kegiatan, Yonata Laia, M.Kom, didampingi anggota Elly Romy dan Lilis Handayani Napitupulu, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pendampingan dua kelompok UMKM Kreatif Anak Pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil laut.
Menurut Yonata, wilayah pesisir Aek Tolang memiliki sumber daya laut yang melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal.
“Melalui program ini, mahasiswa hadir langsung di lapangan untuk mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan produksi, mengelola usaha secara lebih modern, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan diawali dengan pelepasan resmi tim mahasiswa dari Kampus Universitas Prima Indonesia Medan pada 28 Januari 2026. Prosesi pelepasan dihadiri jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II, Prof. Dr. Ermi Girsang, SKM., M.Kes, Ketua LPPM UNPRI, para dekan, wakil dekan, kepala program studi, serta dosen pembimbing tim.
Dukungan penuh dari pimpinan universitas menjadi bentuk komitmen UNPRI dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penyerahan Mesin Pengolahan
Sebagai bagian dari dukungan teknologi tepat guna, tim juga menyerahkan mesin pengolahan hasil laut kepada dua kelompok UMKM mitra. Peralatan tersebut meliputi mesin penggiling daging ikan (meat mincer) serta perlengkapan produksi kerupuk ikan.
Penyerahan mesin diterima oleh Kepala Kelurahan Aek Tolang dan disaksikan para mahasiswa pendamping serta anggota UMKM. Peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi usaha masyarakat pesisir yang selama ini masih menggunakan metode sederhana.
Sebelum proses produksi dimulai, mahasiswa melakukan diskusi dan pemetaan kebutuhan usaha bersama anggota UMKM. Dari proses ini diketahui berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterbatasan alat produksi, minimnya pengetahuan pemasaran digital, hingga terbatasnya akses pasar.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, mahasiswa menyusun rencana kerja pendampingan yang mencakup peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital.
Program ini juga memperkenalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pencatatan keuangan secara digital, serta teknik pengemasan yang lebih higienis dan menarik agar produk memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Produk utama yang dikembangkan dalam program ini adalah kerupuk ikan berbahan baku ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal.
Dengan memanfaatkan bahan baku dari nelayan setempat, program ini tidak hanya membantu pelaku UMKM, tetapi juga ikut menggerakkan ekosistem ekonomi pesisir, mulai dari nelayan hingga pelaku usaha pengolahan hasil laut.
Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa juga menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat. Kepala Kelurahan dan perangkat lingkungan dilibatkan untuk mendukung keberlanjutan program.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah lokal, dan pelaku UMKM dinilai menjadi faktor penting agar program tidak berhenti setelah masa pendampingan selesai, tetapi dapat terus berkembang secara mandiri.
Hadapi Tantangan di Lapangan
Selama pelaksanaan program, tim juga menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Bahkan pada hari keempat kegiatan sempat terjadi banjir di wilayah tersebut. Namun kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan baik. Tim mahasiswa bersama masyarakat sempat mengungsi sementara di SD Fransiskus Aek Tolang hingga situasi kembali aman.
Meski menghadapi berbagai kendala, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik hingga akhir program.
Yonata Laia menegaskan bahwa program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pemulihan ekonomi pascabencana.
Melalui pendampingan langsung, transfer teknologi, serta digitalisasi usaha, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas wirausaha masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
“Harapannya, UMKM pesisir di Aek Tolang dapat berkembang lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program Diktisaintek Berdampak, Universitas Prima Indonesia, pemerintah setempat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
(REL/RZD)