Peralatan Penyakit Jantung Senilai Rp45 M Gagal Masuk, Diduga Dalil Pencopotan Direktur RSUD Sidikalang (Analisadaily/Istimewa)
Analisasadaily.com, Sidikalang - Pencopotan Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi, dr Mey Sitanggang disebut-sebut punya kaitan dengan gagalnya proyek.
Seorang pejabat menyebut, peralatan medis jantung, gagal direalisasi ke rumah sakit milik pemerintah tersebut tahun 2026. Itu punya relevansi dengan proyek fisik atau gedung yang tidak tuntas tahun 2025.
“CT Scan jantung senilai Rp45 milliar bantuan Kementerian Kesehatan gagal masuk ke Dairi. Itu disebabkan, sarana pendukung khususnya gedung tidak rampung. Tapi ini, untuk kita-kita aja, ya,” ungkap seorang pejabat teras, Kamis (12/3).
Kalau saja gedungnya tuntas, alat itu dipastikan datang. Mannfaatnya, tentu demi masyarakat banyak. Penanganan lebih pasien cepat. Hemat sebab pasien dan keluarga tidak lagi dirujuk ke luar kota.
“Kita sudah sekolahkan dokter untuk spesialis jantungnya,” kata sumber.
Diterangkan, pembangunan fisik itu dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Sidikalang.
“Sampai sekarang, kita juga tidak tahu apakah kontraknya sudah putus atau bagaimana. Tiodak ada laporan,” kata sumber.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM), Yon Henderik mengatakan, dr Mey dikembalikan ke jabatan semula, sebagai dokter ahli madya.n Kalau soal ada hubungan dengan proyek tidak selesai, Yon Hendrik mengatakan, tidak tahu.
“Dikembalikan menjadi dokter madya,” kata Yon Hendrik.
Diketahui, Mey ditempatkan menjadi pelayan di Puskesmas di Desa Pegagan Julu 2. Posisinya digantikan dr Benny Purba.
Diperoleh kabar, ruang petalatan medis jantung dimaksud adalah gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang telah dibongkar total. Kemudian, didirikan konstruksi baru.
(SSR/RZD)