Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily.com, Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara (Sumut) memastikan masyarakat tidak perlu risau akan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Saat ini, ketahanan pangan Sumut dalam kondisi "hijau" atau sangat aman dengan total stok beras yang dikelola mencapai 53.000 ton.
Langkah strategis telah diambil dengan mempertebal cadangan melalui tambahan pasokan sebesar 27.000 ton dari Jakarta yang kini dalam proses pengiriman guna menjamin stabilitas harga di pasar.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa penebalan stok ini merupakan langkah antisipasi terhadap melonjaknya kebutuhan bantuan pangan.
Tercatat, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sumut meningkat drastis dari sekitar 844 ribu menjadi 1,7 juta KPM.
"Kebutuhan beras untuk bantuan pangan melonjak dari 16.500 ton menjadi 35.000 ton. Kami memastikan distribusi berjalan cepat agar masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang," ujar Budi dalam konferensi pers di Medan, Jumat (13/3/2026).
Selain bantuan langsung, Bulog Sumut terus membanjiri pasar dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga saat ini, hampir 15.000 ton beras SPHP telah tersalurkan ke berbagai penjuru Sumut.
Komitmen Bulog dalam mengawal momen Lebaran ini pun tidak main-main. Budi menegaskan bahwa operasional distribusi tidak akan mengenal hari libur.
Target utamanya adalah merampungkan penyaluran paket bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng kepada 1,75 juta penerima paling lambat pada 31 Maret 2026.
Meskipun menerima tambahan pasokan nasional, Bulog Sumut tetap menjaga kesejahteraan petani di daerah. Budi menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil panen lokal dengan target 70.000 ton gabah hingga akhir tahun ini.
"Saat ini realisasi penyerapan lokal sudah mencapai 4.500 ton di tengah masa panen raya. Dengan kombinasi stok nasional dan serapan lokal, kami menjamin stok sangat aman untuk kebutuhan pasar maupun bantuan pemerintah hingga pasca-Lebaran," pungkasnya.
(RZD/RZD)