Rehabilitasi Lahan Martabe Dilakukan Progresif, 54 Hektare Telah Dipulihkan (Istimewa)
Analisadaily.com, Batang Toru - PT Agincourt Resources (AR) melakukan rehabilitasi lahan secara progresif di area Tambang Emas Martabe, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
"Program pemulihan lingkungan ini dilakukan segera setelah suatu area tidak lagi digunakan untuk kegiatan operasional, tanpa menunggu masa pascatambang," kata Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT AR, Syaiful Anwar kepada wartawan melalui telepon selulernya, Jumat, (13/3).
Dikatakan, rehabilitasi lahan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah tambang.
Menurutnya, hingga akhir 2025 perusahaan telah merehabilitasi lahan seluas 54 hektare melalui pendekatan ilmiah yang berfokus pada pemulihan fungsi ekosistem hutan.
Salah satu lokasi rehabilitasi yang cukup menantang berada di area Henny Dump, yang sebelumnya merupakan tempat penimbunan material sisa tambang.
“Henny Dump ini merupakan area rehabilitasi yang cukup unik dan menantang karena material sisa tambang yang ditimbun di sana memiliki derajat keasaman sangat rendah serta konsentrasi mineral ikutan atau logam berat yang relatif lebih tinggi,” ujarnya.
Kondisi tersebut lanjutnya, membuat pemilihan jenis tanaman harus disesuaikan dengan kemampuan tanaman untuk bertahan pada lingkungan dengan tingkat keasaman rendah dan kandungan logam yang tinggi.
Berdasarkan pemantauan selama empat tahun hingga 2022, hasil rehabilitasi di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan positif dengan penurunan konsentrasi logam besi (ferrum) hingga 82 persen.
Proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penanaman Legume Cover Crops (LCC) untuk meningkatkan unsur hara tanah. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman tanaman cepat tumbuh guna mempercepat pemulihan kondisi lahan.
Selanjutnya, setelah tanaman tersebut berusia sekitar dua tahun, area rehabilitasi diperkaya dengan tanaman spesies lokal untuk membentuk struktur vegetasi yang semakin mendekati ekosistem hutan alami.
Dalam pelaksanaannya, PT AR juga mendapat pendampingan dari Biodiversity Advisory Panel (BAP), panel independen yang dibentuk sejak 2019 dan beranggotakan para ilmuwan Indonesia yang memiliki keahlian di bidang ekosistem hutan.
Selain itu, PT AR juga memiliki fasilitas nursery seluas sekitar 6.000 meter persegi di area Tambang Emas Martabe untuk mendukung program rehabilitasi.
"Hingga akhir 2025, fasilitas pembibitan tersebut telah memproduksi 52.759 bibit tanaman lokal yang akan digunakan dalam kegiatan rehabilitasi lahan dan konservasi di kawasan sekitar tambang,"ungkapnya
(HIH/BR)