Seorang ‘Parsinabul’ Meninggal Saat Pandu Acara Adat di Dairi

Seorang ‘Parsinabul’ Meninggal Saat Pandu Acara Adat di Dairi
Seorang ‘Parsinabul’ Meninggal Saat Pandu Acara Adat di Dairi (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Seorang ‘parsinabul’ (juru bicara dalam acara adat Batak) meninggal saat memandu kegiatan di Desa Berampu Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi, Senin (16/3).

Belakangan diketahui, identitas pria dimaksud adalah Molihee Marbun (63) penduduk Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Peristiwa duka dan tak biasa disampaikan perangkat desa Berampu, Sudarno Sihombing, Rabu (18/3).

“Parsinabul ambruk dan meninggal saat melaksanakan tugas adat,” kata Sudarno.

Penjelasan Sudarno, hari itu tengah dilaksanakan acara pemberkatan pernikahan di Gereja HKBP Berampu. Pengantin atas nama Putra Sihombing dan Natalia boru Banjarnahor.

Putra Sihombing adalah anak dari pasangan suami istri Robinson Sihombing (almarhum)-Espido boru Purba. Sedangkan pengantin wanita berasal dari Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

“Mandok hata huhuasi dope ibana di gereja (ucapan terima kasih dan undangan kepada hadirin agar mengikuti prosesi lanjutan di kediaman mempelai pria,” kata Sudarno.

Lazimnya disebut ‘manggarar adat na gok’. Diterangkan, usai jamuan makan bersama, agenda lanjut menyalam hadirin, termasuk menerima salam dan amplop para tamu diikuti musik ceria.

Kemudian, rangkaian masuk ke penyampaian ucapan terima kasih dari pihak mempelai pria dan mempelai wanita, serta ‘tulang’ marga Manullang.

Istilah peradaban Batak, mandaulathon sipanganon. Pihak pria telah menyuguhkan daging buat ‘jambar’ untuk dibagi dan disantap. Sedang orang tua pengantin perempuan dan tulang, menyajikan dekke (ikan emas).

Menurut Sudarno, saat marga Manullang menyampaian ucapan syukur dan suka cita, tiba-tiba Molihee terbalik hingga ambruk di atas tikar.

“Posisi sebelumnya duduk. Tiba-tiba terbalik ke belakang,” ungkap Sudarno.

Kejadian itu membuat pelaksanaan berubah heboh. Molihee dilarikan ke RSUD Sidikalang naik mobil pribadi. Posisi parsinabul digantikan anggota rombongan pengantin wanita.

“Kabarnya, tidak ada keluhan awal. Dia menyetir mobil dari Riau,” kata Sudarno.

Sudarno menambahkan, dia hadir sebagai bagian dari keluarga pengantin pria.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Sidikalang, Lestina Sianturi menerangkan, pasien tiba dalam keadaan tidak bernyawa.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi