Digitalisasi dan Servis: Kunci UMKM Kuliner Parapat Kuasai Pasar Wisata Danau Toba (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Parapat – Sebagai pintu gerbang utama destinasi super prioritas Danau Toba, Kota Parapat memiliki potensi kuliner yang luar biasa. Namun, di tengah persaingan global, pelaku UMKM kuliner di wilayah Kabupaten Simalungun ini dituntut untuk tidak lagi sekadar mengandalkan lokasi yang strategis, melainkan harus mulai merambah dunia digital dan memperkuat standar pelayanan.
Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian terbaru yang dilakukan oleh Reza Aulia, S.E., M.Tr.Par, akademisi dari Politeknik Pariwisata Medan. Melalui penelitian DIPA Tahun 2026, Reza membedah bagaimana strategi Digital Marketing dan Kualitas Pelayanan menjadi dua pilar utama dalam menentukan kepuasan pelanggan di kawasan wisata tersebut.
Dalam temuannya, Reza menyoroti bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM kuliner di Parapat masih belum optimal. Sebagian besar pelaku usaha masih terjebak pada metode konvensional seperti promosi mulut ke mulut.
"Digital marketing bagi UMKM di kawasan wisata bukan hanya soal promosi, tapi sarana membangun citra dan komunikasi efektif dengan wisatawan yang kini hampir seluruhnya mencari informasi secara daring," ungkapnya, Kamis (18/3/2026).
Penelitian ini mengukur efektivitas pemasaran digital melalui intensitas penggunaan media sosial, penyediaan informasi produk online, hingga kemudahan akses komunikasi bagi pelanggan.
Selain faktor teknologi, kualitas pelayanan menjadi sorotan tajam. Pelayanan yang kurang responsif dan minimnya standar komunikasi yang konsisten masih menjadi tantangan di lapangan. Melalui pendekatan kuantitatif terhadap 100 responden, penelitian ini menguji lima dimensi utama pelayanan:
- Bukti Fisik (fasilitas dan tampilan)
- Keandalan (kecepatan dan ketepatan)
- Daya Tanggap
- Jaminan Pelayanan
- Empati terhadap kebutuhan pelanggan.
Tujuan akhir dari riset ini adalah menciptakan model kepuasan pelanggan yang berkelanjutan. Pelanggan yang puas bukan hanya akan kembali (pembelian ulang), tetapi juga menjadi "duta gratis" yang merekomendasikan kuliner Parapat kepada orang lain melalui ulasan positif.
Hasil riset ini diharapkan menjadi panduan strategis bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan pelatihan yang tepat sasaran bagi UMKM. Dengan integrasi pemasaran digital yang apik dan pelayanan yang prima, kuliner Parapat siap mendukung Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia.
Oleh: Reza Aulia, S.E., M.Tr.Par, dosen Program Studi Seni Kuliner, Politeknik Pariwisata Medan.
(JW/RZD)