Puncak Belanja Warga Medan Membeludak, Harga Pangan Justru Terkendali!

Puncak Belanja Warga Medan Membeludak, Harga Pangan Justru Terkendali!
Puncak Belanja Warga Medan Membeludak, Harga Pangan Justru Terkendali! (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Arus belanja masyarakat di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, mencapai puncaknya pada hari ini, Kamis (19/3). Meski permintaan pasar melonjak drastis hingga dua kali lipat dibanding hari normal, kabar baik datang dari stabilitas harga kebutuhan pokok yang terpantau tetap terkendali menjelang perayaan Idulfitri yang diprediksi jatuh pada Jumat (20/3) besok.

Pengamat ekonomi sekaligus Ketua Tim Pemantau Harga Pangan, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa fenomena kenaikan permintaan ini merata di hampir seluruh komoditas utama, mulai dari telur ayam, daging sapi, daging ayam, hingga bumbu dapur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam saat ini bertahan stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp44.000 per kg. Sementara itu, daging sapi mengalami sedikit pergerakan di rentang Rp135.000 hingga Rp145.000 per kg, naik tipis dari harga hari sebelumnya yang berada di angka Rp130.000 per kg.

Kejutan justru datang dari komoditas cabai merah. Di tengah tingginya permintaan, harga cabai merah justru terjun bebas ke angka Rp25.000 per kg dari posisi sebelumnya Rp32.000 per kg.

"Penurunan tajam cabai merah hari ini dipicu oleh pasokan yang melimpah, bahkan mampu melampaui potensi permintaan tinggi menjelang Idulfitri," jelas Gunawan Benjamin.

Berbeda dengan cabai, duo bawang terpantau merangkak naik. Bawang merah kini dibanderol di kisaran Rp36.000 per kg (naik dari Rp32.000), sementara bawang putih naik tipis menjadi Rp32.000 per kg.

Gunawan menilai, secara keseluruhan harga pangan menjelang lebaran tahun ini jauh lebih stabil dibandingkan gejolak harga saat menjelang Ramadhan lalu. Hal ini tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui berbagai strategi.

"Potensi lonjakan harga berhasil diredam berkat upaya serius pemerintah, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang difokuskan pada komoditas daging sapi dan daging ayam," tambahnya.

Mengingat besok adalah hari raya, Gunawan Benjamin memproyeksikan aktivitas belanja akan menurun drastis pada hari Jumat. Ia pun memberikan imbauan khusus kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi belanja besar pada Hari H hingga H+2 Lebaran.

"Pada saat lebaran, banyak pedagang yang menutup lapaknya. Minimnya penjual seringkali menciptakan ketidakseimbangan pasar yang membuat harga barang yang tersisa melonjak 'di luar nalar'. Sebaiknya penuhi kebutuhan hari ini agar tidak terjebak harga spekulatif," tutupnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi