Wajah Ganda Danau Toba: Menantang Arus Utama Pariwisata Lewat Narasi Geopark (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Samosir – Status Geopark Kaldera Toba sebagai kawasan kelas dunia bukan sekadar label prestisius. Di balik keindahannya, tersimpan sebuah tantangan besar mengenai identitas: Apakah kita melihat Danau Toba hanya sebagai tempat bersenang-senang, atau sebagai warisan geologi yang harus dilindungi dan dipelajari?
Nova Bernedeta Sitorus, S.Par., MM.Par., dalam ulasannya menyoroti adanya "dua narasi" yang berjalan beriringan namun terkadang saling tumpang tindih. Di satu sisi, promosi gencar menekankan aspek rekreasi. Di sisi lain, status UNESCO Global Geopark menuntut pendekatan edukasi dan pelestarian lingkungan yang ketat.
Situasi ini memicu pertanyaan penting bagi masa depan pariwisata Sumatera Utara. Jika narasi yang dibangun oleh pemerintah, pengelola, dan masyarakat tidak konsisten, citra Danau Toba di mata dunia bisa menjadi kabur.
"Perbedaan penekanan narasi ini berpotensi memengaruhi posisi destinasi dalam persaingan pariwisata global," tulis Nova, Jumat (20/3/2026).
Tanpa identitas yang jelas, Danau Toba berisiko kehilangan nilai keunggulannya sebagai situs geologi global dan hanya dianggap sebagai destinasi wisata biasa.
Untuk membedah persoalan ini, sebuah penelitian kualitatif sedang dilakukan dengan mengambil lokasi di Desa Huta Siallagan, Kabupaten Samosir. Desa ini dipilih karena menjadi titik temu yang unik antara warisan budaya Batak yang kental, aktivitas turis yang padat, dan tuntutan konservasi geopark.
Melalui wawancara mendalam dan analisis persepsi, penelitian ini mencoba memetakan bagaimana identitas Geopark Toba dipahami oleh para aktor lokal hingga wisatawan. Apakah narasi "konservasi" benar-benar sampai ke telinga pengunjung, ataukah mereka hanya pulang dengan membawa foto pemandangan tanpa memahami nilai edukasinya?
Proses penelitian ini dijadwalkan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Harapannya, hasil akhirnya dapat menjadi kompas bagi para pengambil kebijakan dalam menentukan arah pengembangan Danau Toba.
Tujuannya jelas: Danau Toba harus mampu meningkatkan angka kunjungan wisata tanpa harus mengorbankan prinsip keberlanjutan. Identitas geopark diharapkan bukan sekadar embel-embel, melainkan roh yang menyatu dalam setiap interaksi wisata di Kaldera Toba.
Oleh: Nova Bernedeta Sitorus, S.Par.,MM.Par.
(JW/RZD)