Gagal Terbang ke Jakarta, Kurir Sabu 2 Kg Diringkus di Bandara Silangit

Gagal Terbang ke Jakarta, Kurir Sabu 2 Kg Diringkus di Bandara Silangit
Gagal Terbang ke Jakarta, Kurir Sabu 2 Kg Diringkus di Bandara Silangit (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tapanuli Utara – Pelarian AAA (21), seorang pemuda asal Aceh Utara, berakhir di tangan petugas kepolisian dan keamanan Bandara Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara.

Penumpang pesawat ini diringkus setelah kedapatan menyembunyikan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram di dalam tas jinjingnya pada Kamis (19/3/2026).

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan saat tersangka hendak melakukan proses check-in menuju Jakarta sekitar pukul 12.30 WIB.

Penangkapan ini bermula dari kejelian petugas check-in bandara yang menaruh curiga pada tingkah laku AAA. Selain langkah kaki yang tampak tidak tenang, identitas pelaku sebagai warga Aceh memicu kewaspadaan ekstra petugas sesuai protokol keamanan.

"Petugas bandara langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Saat personel Sat Narkoba melakukan penggeledahan, ditemukan 12 potong celana jeans di dalam tasnya. Di setiap lipatan celana tersebut, terselip paket sabu dengan total berat mencapai 2 kilogram," ungkap Walpon, Senin (23/3/2026).

Dalam pemeriksaan intensif, AAA membeberkan fakta mengejutkan mengenai jaringan peredarannya:

- Komunikasi Rahasia: Pelaku menggunakan aplikasi Zangi untuk berkomunikasi dengan pengirim di Medan agar percakapan mereka tidak dapat disadap.

- Sistem Kode: Saat serah terima barang di Medan, pelaku dan pengirim menggunakan kode khusus yang telah ditentukan oleh pengendali di Jakarta untuk memastikan identitas masing-masing.

- Upah Fantastis: Sekali pengantaran ke Jakarta, AAA dijanjikan upah sebesar Rp 35 juta, di mana sebagian uang telah diterima sebagai uang jalan (panjar).

Tertangkapnya AAA mengungkap fakta bahwa ia adalah kurir berpengalaman. Kepada penyidik, ia mengaku sudah empat kali sukses menyelundupkan sabu melalui Bandara Silangit dengan rincian berat 2 kg, 2 kg, 1,7 kg, dan 1 kg.

Tak hanya itu, ia juga pernah lolos membawa 1,3 kg sabu melalui Bandara Minangkabau, Sumatera Barat.

"Aksi yang kelima ini gagal total. Semua barang haram tersebut diakuinya berasal dari Aceh," tambah Walpon.

Saat ini, Polres Taput terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu otak di balik pengiriman sabu asal Aceh dan Medan tersebut, serta penerima yang menunggu di Jakarta.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi