PSPI-Raya Kota Medan Gelar Seminar Adat Istiadat Hamba Tuhan Dipanggil Menjadi Berkat bagi Semua Orang

PSPI-Raya Kota Medan Gelar Seminar Adat Istiadat Hamba Tuhan Dipanggil Menjadi Berkat bagi Semua Orang
PSPI-Raya Kota Medan Gelar Seminar Adat Istiadat Hamba Tuhan Dipanggil Menjadi Berkat bagi Semua Orang (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com,Medan-Perkumpulan Seluruh Pendeta Indonesia (PSPI) Raya Kota Medan menggelar seminar bertema “Hamba Tuhan yang Diurapi dan Diberkati untuk Menjadi Berkat bagi Semua Orang” yang diangkat dari Kisah Para Rasul 2:41-47. Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja GTDI, Jalan Pengayoman 1, Sei Agul, Medan, Selasa (17/3/2026).

Seminar tersebut dipimpin oleh Ketua PSPI Raya Kota Medan, Pdt Parlin Purba, SH, MH, MTh, dan menghadirkan pembicara utama Pdt Dr Jendangena Tarigan, yang juga Penasehat PSPI Raya Kota Medan.
Dalam pemaparannya, Pdt Dr Jendangena Tarigan menegaskan Firman Tuhan merupakan dasar utama dalam kehidupan orang percaya. Ia menjelaskan Firman Tuhan adalah perkataan Tuhan, perintah Tuhan, petunjuk Tuhan, serta ajaran Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu.
Menurutnya, dalam menyikapi adat-istiadat, setiap hamba Tuhan harus mampu menempatkan Firman Tuhan sebagai standar tertinggi. “Adat boleh dijalankan selama tidak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Hamba Tuhan dipanggil bukan hanya untuk hidup benar, tetapi juga menjadi berkat bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang budaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41-47 menjadi contoh bagaimana kehidupan yang berpusat pada Firman Tuhan mampu menghadirkan kasih, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Hal itu menjadi teladan bagi gereja masa kini dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman budaya.
Seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pendeta dan pelayan gereja agar bijak dalam menyikapi tradisi dan adat-istiadat yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya dalam konteks pelayanan di Indonesia yang multikultural.
Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang diharapkan dapat memperkuat peran hamba Tuhan sebagai pembawa damai dan berkat di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai wujud komitmen untuk terus menghidupi Firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan dan pelayanan.
Pdt Parlin menyatakan merasa bahagia seminar tersebut yang dihadiri lebih dari 500-an cukup antusias mengikuti seminar. Materi yang disajikan pun cukup menarik dan menggugah hati setiap peserta. Ibadah dan seminar diwarnai dengan doa berbahasa Mandarin dan pujian dari anak-anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi Jalan Pengayoman 1 Sei Agul Medan.
Selain Ketua PSPI-Raya Kota Medan, ibadah dan seminar dihadiri Bishop GKP Pdt EJ Hutahaean, SH,MMin (penasehat PSPI Raya Kota Medan), Pdt Dr F Zendrato, MPdK (Bishop GTDI/Penasehat PSPI Raya Kota Medan/tuan rumah), Pdt Dr P Sirait, SP,MSi, MTh (Sekretaris PSPI Raya Kota Medan), para gembala sidang jemaat, pendeta, Wati Simamora (Sekretaris Yayasan Sumatera Berdoa) dan hamba-hamba Tuhan lainnya). (rel/js)
(NAI)

Baca Juga

Rekomendasi