Cabe Merah ‘Tak Lagi Pedas’ di Dairi: Harga Terjun Bebas ke Rp9.000, Petani Gigit Jari

Cabe Merah ‘Tak Lagi Pedas’ di Dairi: Harga Terjun Bebas ke Rp9.000, Petani Gigit Jari
Cabe Merah ‘Tak Lagi Pedas’ di Dairi: Harga Terjun Bebas ke Rp9.000, Petani Gigit Jari (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)

Analisadaily.com, Sidikalang – Kabar pahit datang dari sektor pertanian di Kabupaten Dairi. Harga cabai merah yang biasanya menjadi primadona, kini justru "tak terasa pedas" bagi kantong para petani.

Harga jual di tingkat produsen dilaporkan terpuruk hingga menyentuh angka Rp9.000 per kilogram.

Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan oleh Ranto Saragih, Kepala Dusun 2 Desa Sitinjo sekaligus penggiat agribisnis. Menurutnya, harga saat ini sudah tidak lagi mampu menutup biaya operasional yang dikeluarkan petani.

Ranto membeberkan hitungan kasar dari hasil panen di lahan seluas 0,5 hektar miliknya. Dari panen sebanyak 210 kilogram, ia hanya mengantongi pendapatan kotor sekitar Rp1,8 juta.

Namun, angka tersebut belum dipotong upah petik. Dengan bantuan 6 pekerja selama dua hari (upah Rp100 ribu/hari), biaya tenaga kerja saja sudah mencapai Rp1,2 juta.

"Pemasukan 1,8 juta, pengeluaran upah 1,2 juta. Kalau dihitung lagi dengan biaya pupuk, pestisida, dan saprodi lainnya, jelas tidak impas dibanding modal. Berat sekali perjuangan petani kalau seperti ini," keluh Ranto, Jumat (27/3).

Penyusutan harga ini terasa sangat drastis menjelang libur panjang. Sebelumnya, harga cabai merah masih bertahan di kisaran Rp23.000 per kilogram. Penurunan tajam juga dikonfirmasi oleh Direktur Bumdes Sitinjo 2, Deswanta Tarigan.

"Hari Selasa siang masih di harga Rp16.000, tapi sorenya langsung jatuh ke angka Rp10.000. Kondisi sekarang, harga cabai benar-benar tidak menggigit," ujar Deswanta.

Ia menekankan betapa fluktuatifnya pasar cabai yang bisa berubah drastis hanya dalam hitungan jam.

Di pusat perdagangan Sidikalang, para pengepul (tauke) seperti bermarga Manullang di Jalan Parluasan menyebutkan bahwa cabai dengan kualitas super sekalipun saat ini hanya dibanderol Rp10.000 per kilogram.

Bagi para petani yang sudah berada di ladang sejak pukul enam pagi, fenomena ini menjadi pukulan telak.

"Tak ada tempat mengadu. Senyum berubah terpuruk itu hal biasa bagi petani. Kami hanya bisa berdoa mudah-mudahan tetap sehat agar bisa terus beraktivitas," pungkas Ranto dengan nada pasrah.

Ringkasan Harga Cabai di Dairi (Maret 2026): Harga Sebelumnya Rp23.000. Harga di Tingkat Petani (Sitinjo) Rp9.000. Harga Kualitas Super (Pengepul) Rp10.000. Biaya Upah Petik (Estimasi) Rp1.200.000 (per panen 0,5 Ha).

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi