Dukung Ekosistem EV, Kantor Pos Natal Sediakan Charging Station (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Natal - Upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicles/EV) terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya hadir di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, melalui penyediaan fasilitas charging port di Kantor Pos Natal yang berlokasi di Jalan Merdeka Kelurahan Pasar 2 Natal, tepat di dekat lapangan bola.
Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pengguna kendaraan listrik yang melintas maupun berkunjung ke wilayah tersebut.
Dengan adanya charging port tersebut, pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya saat berada di kawasan Natal.
Melansir dari berbagai sumber, pihak pengelola PT. Pos Property Indonesia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah yang mulai berkembang.
“Ini bukan hanya pemanfaatan lahan, tapi cara kami ikut membangun ekosistem EVs yang sehat dan menjangkau lebih banyak masyarakat di area urban dan suburban,” ujar Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi.
Kehadiran fasilitas ini juga menjadi sinyal bahwa infrastruktur pendukung kendaraan listrik mulai merambah daerah di luar kota besar.
Dengan semakin luasnya jangkauan stasiun pengisian daya, diharapkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik akan terus meningkat.
Selain memberikan nilai tambah bagi layanan kantor pos, inisiatif ini juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat konektivitas antarwilayah berbasis energi bersih.
Berdasarkan penjelasan Kepala kantor Pos Natal penggunaan mesin pengisian daya tersebut dilakukan dengan sistem pemindaian (scan) barcode.
Pengguna terlebih dahulu harus melakukan pengisian saldo (top up) sebelum dapat mengakses layanan pengisian daya.
“Untuk penggunaannya melalui scan barcode di mesin. Sebelumnya pengguna harus top up saldo terlebih dahulu, dan itu bisa dilakukan melalui Kantor Pos,” ujar Abdul Majid saat ditemui, Sabtu (28/3/2026).
Setelah melakukan top up, pengguna cukup memindai barcode yang tersedia pada mesin charging station.
Saldo yang telah diisi kemudian akan terpotong sesuai dengan jumlah daya listrik yang digunakan saat pengisian kendaraan. (RES)
(WITA)











