Program Gentengisasi Perlu Diintegrasikan Pemasangan Panel Surya (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan-Gerakan nasional untuk mengganti atap rumah berbahan seng menjadi genteng yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebaiknya diintegrasikan dengan kebijakan lain seperti kebijakan di bidang energi.
Hal ini yakni dengan mengintegrasikan program yang dikenal dengan istilah gentengisasi tersebut dengan pemasangan panel surya atau Solar Cell yang akan memberi manfaat sebagai sumber energi baru terbarukan.
Demikian Sekretaris Umum (Sekum) DPD Gapeksindo Sumut Steve Excel A Korua Tobing saat berbincang dengan redaksi terkait kebutuhan energi global yang kini menjadi topik dunia, Minggu (29/03/26).
“Pemasangan genteng itu bisa diintegrasikan dengan pemasangan panel surya, bisa sejalan,” ujarnya.
Excel menjelaskan, integrasi program gentengisasi dengan pemasangan panel surya menjadi hal yang sangat efektif. Tidak hanya dari sisi estetika, namun dari sisi ekonomi hal itu juga akan mendukung langkah-langkah penghematan energi yang kini menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo Subianto.
“Pemasangan panel surya tidak akan mengganggu estetika atap rumah, karena pemasangannya juga bisa dibuat rapi dan cantik. Dan yang paling penting itu adalah dari sisi penghematan. Pemerintah mendanai pemasangan panel surya, dan dampaknya ekonominya akan terasa hingga puluhan tahun kedepan,” paparnya.
Sementara itu, Pengamat Konstruksi Sumut, Erickson Lumban Tobing mengatakan saat ini minat masyarakat untuk memasang panel surya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selain karena tingkat kesadaran mendukung penghematan energi serta dukunga npemerintah dalam transisi energi bersih, hal ini juga karena biaya pemasangan solar cell yang semakin murah.
“Laporan dari International Energy Agency menyebutkan bahwa biaya teknologi panel surya global telah turun drastis dalam satu dekade terakhir. Hal ini membuat sistem PLTS semakin terjangkau dan menarik sebagai investasi jangka panjang,” ungkapnya.
Saat ini kata Erickson yang akrab disapa mentor ini, dengan usia pakai panel yang dapat mencapai lebih dari 25 tahun, banyak pemilik rumah mulai mempertimbangkan PLTS sebagai solusi hemat listrik sekaligus peningkatan nilai properti.
“Data dari International Renewable Energy Agency, penggunaan baterai penyimpanan energi meningkat seiring berkembangnya energi terbarukan,” pungkasnya.
(ARU/NAI)











