Tren Positif Mudik 2026: Penumpang di Bandara Kualanamu Tembus 420 Ribu Orang

Tren Positif Mudik 2026: Penumpang di Bandara Kualanamu Tembus 420 Ribu Orang
Tren Positif Mudik 2026: Penumpang di Bandara Kualanamu Tembus 420 Ribu Orang (Analisadaily/Kali A Harahap)

Analisadaily.com, Kualanamu – Arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447H/2026 melalui Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) mencatatkan rapor hijau.

Berdasarkan data evaluasi pasca-penutupan Posko Angkutan Lebaran (Angleb), tercatat adanya pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Plt Director of Operation & Service PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, mengungkapkan bahwa total pergerakan penumpang selama periode ini mencapai kisaran 420.000 orang.

Tidak hanya penumpang, frekuensi penerbangan pesawat juga mengalami kenaikan signifikan di angka 4 persen.

Dedy menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran operasional di salah satu bandara tersibuk di Indonesia tersebut. Meski volume kendaraan dan manusia meningkat, situasi di lapangan tetap kondusif.

"Alhamdulillah, Posko Angleb Idulfitri 2026 resmi ditutup dengan status aman, lancar, dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol, baik dari aspek keamanan maupun kesehatan," jelas Dedy usai apel penutupan posko, Senin (30/3/2026).

Meskipun berjalan sukses, Dedy tidak memungkiri adanya tantangan berupa penundaan jadwal (delay) penerbangan. Namun, ia memastikan bahwa setiap kendala akibat faktor cuaca maupun teknis pesawat dapat diantisipasi dengan baik berkat sinergi antar-stakeholder.

"Hak-hak penumpang yang terdampak delay dipastikan telah dipenuhi oleh pihak maskapai sesuai regulasi yang berlaku. Ini menjadi bagian dari evaluasi kami untuk terus meningkatkan layanan ke depannya," tambahnya.

Data PT Angkasa Pura Aviasi menunjukkan bahwa puncak arus balik terjadi pada hari Minggu (29/3) kemarin. Pada periode H+8 Idulfitri, jumlah penumpang harian tercatat masih cukup tinggi di angka 28.000 orang.

Dengan tren pertumbuhan ini, PT Angkasa Pura Aviasi berkomitmen untuk menjadikan peningkatan jumlah penumpang dan standar keamanan sebagai prioritas utama dalam menyambut periode angkutan massal berikutnya.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi