RSUD Panyabungan Terima Dua Alkes Program SIHREN (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Panyabungan - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menerima dua alat kesehatan (alkes) utama melalui program nasional Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), yakni CT Scan 64 slice dan Cath Lab (laboratorium kateterisasi), yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan medis secara signifikan.
Atika menjelaskan, kehadiran dua alat kesehatan tersebut menjadi lompatan besar dalam pelayanan kesehatan di Madina, sebelumnya RSUD Panyabungan hanya memiliki CT Scan berkapasitas 16 slice.
“Ini akan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat, terutama di bidang radiologi dan penanganan penyakit jantung. Kami mengusulkan ini tahun lalu, dan kini sudah terealisasi,” ujar Atika.
CT Scan 64 slice sendiri merupakan alat pencitraan canggih yang mampu menghasilkan gambar detail organ tubuh dengan cepat dan akurat.
Alat ini sangat penting untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti tumor, kanker, stroke, hingga kondisi darurat seperti pendarahan internal, serta dapat digunakan untuk pemeriksaan pembuluh darah (angiografi).
Sementara itu, Cath Lab berfungsi untuk mendiagnosis sekaligus menangani penyakit jantung dan pembuluh darah melalui prosedur minimal invasif. Fasilitas ini memungkinkan tindakan seperti pemasangan ring (stent), kateterisasi jantung, hingga penanganan darurat serangan jantung secara cepat dan tepat.
Selain dua alat utama tersebut, RSUD Panyabungan juga menerima dukungan alat kesehatan lain berupa mammografi. Alat ini digunakan khusus untuk pemeriksaan payudara, terutama dalam mendeteksi dini kanker payudara, bahkan sebelum gejala dapat dirasakan secara fisik.
Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan, menyebutkan bahwa kehadiran alat-alat tersebut akan memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat rujukan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
“Rentetan pembaruan ini diharapkan mampu menjadikan RSUD Panyabungan sebagai pusat rujukan utama di wilayah Tabagsel,” kata Rusli.
Saat ini, pihak rumah sakit tengah melakukan finalisasi standarisasi ruangan sesuai spesifikasi teknis alat, dengan proses instalasi dijadwalkan dimulai pada pekan depan.
Pemerintah Kabupaten Madina juga akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut secara gratis. Hal ini sejalan dengan komitmen daerah dalam mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).
Atika turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan, atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas kesehatan di Madina.
Diketahui, program SIHREN bertujuan memperkuat sistem rujukan nasional serta menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang merata bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.
Program ini juga berfokus pada penanganan penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan ketahanan terhadap pandemi.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga membuka jalur resmi pengaduan publik terkait pelaksanaan program ini, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan peningkatan kualitas layanan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2017. (RES)
(WITA)











