Sukses Layani 77 Ribu Kendaraan, Tol Fungsional Sinaksak-Simpang Panei Resmi Ditutup dengan Catatan 'Zero Accident'

Sukses Layani 77 Ribu Kendaraan, Tol Fungsional Sinaksak-Simpang Panei Resmi Ditutup dengan Catatan 'Zero Accident'
Sukses Layani 77 Ribu Kendaraan, Tol Fungsional Sinaksak-Simpang Panei Resmi Ditutup dengan Catatan 'Zero Accident' (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Pematangsiantar – Setelah 15 hari menjadi jalur andalan pemudik di Sumatera Utara, ruas tol fungsional Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) segmen Sinaksak–Simpang Panei resmi ditutup kembali pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.

Selama masa pengoperasian sementara untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mencatat sebanyak 77.098 kendaraan telah melintasi jalur sepanjang 12,86 km tersebut.

Antusiasme masyarakat yang didominasi kendaraan pribadi ini menjadi bukti vitalnya peran ruas tol ini dalam memangkas waktu tempuh menuju kawasan Danau Toba.

Data operasional Hamawas menunjukkan lonjakan mobilitas yang signifikan. Puncak arus mudik tercatat pada 19 Maret 2026 dengan 29.633 kendaraan, sementara puncak arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 dengan volume mencapai 34.284 kendaraan.

Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menyampaikan bahwa kehadiran tol fungsional ini terbukti ampuh mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di inti Kota Pematang Siantar.

"Antusiasme pengguna jalan menunjukkan kepercayaan dan kebutuhan yang besar terhadap infrastruktur jalan tol ini. Masyarakat kini merasakan akses yang lebih efisien, baik untuk bersilaturahmi maupun menuju destinasi wisata," ujar Dindin, Selasa (31/3/2026).

Satu capaian membanggakan selama masa fungsional ini adalah catatan nihil kecelakaan (Zero Fatality). Keamanan pengguna jalan tetap terjaga berkat pengawasan intensif di lapangan serta koordinasi erat dengan Dirlantas Polda Sumut, BPJT, dan Kementerian Perhubungan.

Meskipun telah ditutup, masyarakat Sumatera Utara tidak perlu berkecil hati. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur evaluasi menyeluruh sebelum ruas tol dioperasikan secara permanen.

"Kami akan melakukan evaluasi total bersama BPJT, mulai dari aspek operasional, kelengkapan rambu, hingga infrastruktur jalan. Ini adalah langkah persiapan agar saat dioperasikan secara penuh nanti, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang benar-benar aman dan nyaman," imbuh Dindin.

Hamawas juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi tata tertib berkendara saat nantinya tol kembali dibuka, dengan menjaga kecepatan minimum 60 km/jam dan maksimum 80 km/jam, serta selalu mengutamakan prinsip SETUJU (Selamat Sampai Tujuan).

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi