Sinergi Akademis dan Tradisi: Unimed Kawal Pelestarian Seni Bordah di HAGAF ke-67 Labura

Sinergi Akademis dan Tradisi: Unimed Kawal Pelestarian Seni Bordah di HAGAF ke-67 Labura
Sinergi Akademis dan Tradisi: Unimed Kawal Pelestarian Seni Bordah di HAGAF ke-67 Labura (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Labura - Perayaan Hari Gembira Aidil Fitri (HAGAF) ke-67 di Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), tampil berbeda tahun ini. Perhelatan yang berlangsung pada 22 - 25 Maret 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga panggung nyata bagi Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam menjaga warisan budaya lokal.

Melalui skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Wilayah, Unimed mengintegrasikan Gema Bordah Festival Rakyat ke dalam rangkaian HAGAF. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas mulai memudarnya minat generasi muda terhadap seni Bordah musik perkusi Islami khas Melayu Pesisir yang menjadi identitas daerah.

Wakil Rektor I Unimed, Dr. Abil Mansyur, M.Si., yang juga merupakan putra daerah asli Gunting Saga, hadir langsung memberikan pendampingan intensif. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak berjarak dengan realitas budaya masyarakat.

"Kehadiran kami di HAGAF ke-67 adalah bentuk komitmen untuk memastikan bahwa kearifan lokal seperti Bordah tidak hanya menjadi kenangan, tetapi tetap hidup dan relevan bagi Generasi Z dan Alpha di Labura," tegas Dr. Abil Mansyur dalam sambutannya.

Ketua PKM Unimed, Dr. Tappil Rambe, M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan akademisi mencakup dukungan teknis dan manajerial. Berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI melalui skema PRP Dana Indonesia, Unimed berhasil mengkurasi penampilan lima grup Bordah terbaik untuk memperebutkan Piala Bergilir Bupati Labura.

"Fokus kami adalah revitalisasi; bagaimana seni tradisional ini bisa memiliki nilai ekonomi kreatif tanpa menghilangkan pakem aslinya," ujar Dr. Tappil.

Sentuhan akademis ini diakui oleh Ketua Panitia, Jusri Hasibuan, membuat acara tahun ini lebih tertata dan memiliki bobot edukasi yang kuat.

Kemeriahan festival memuncak saat grup Tunas Muda Kuala Bangka dinobatkan sebagai Juara I Festival Bordah, disusul oleh grup Pantai Kualuh Tanjung Leidong dan Putra Kualuh Tanah Tinggi. Selain piala, para pemenang mendapatkan total dana pembinaan sebesar Rp15.000.000,-.

Acara ditutup secara resmi oleh Asisten I Pemkab Labura, H. Marwansyah, S.H., M.AP. Sinertisitas antara pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi Unimed ini membuktikan bahwa pelestarian budaya adalah kerja kolaboratif. Diharapkan, melalui momentum HAGAF ke-67 ini, generasi muda Labura semakin termotivasi untuk menekuni seni Bordah sebagai identitas diri di tengah arus modernisasi.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi