5 Siswa SMK HKBP Sidikalang ‘Keluarga Pas-Pasan’ Lolos SNBP

5 Siswa SMK HKBP Sidikalang ‘Keluarga Pas-Pasan’ Lolos SNBP
5 Siswa SMK HKBP Sidikalang ‘Keluarga Pas-Pasan’ Lolos SNBP (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Sebanyak 5 siswa SMK HKBP Sidikalang Kabupaten Dairi memperoleh tiket ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah, Melanton Sirait didampingi Wakil Kasek, Okto Sinambela dan guru, Eben Siregar.

“5 peserta didik kita diterima di PTN melalui jalur SNBP,” kata Melanton, Selasa (7/4/2026).

Lalu, 3 diantaranya masuk di jurusan telekomomunikasi Politeknik Medan (Polmed). Yakni atas nama Santro Naibaho, Liyon Hutabarat, dan Bonar Andreas Hutagaol.

Selanjutnya, Cantika Sipahutar menang di Politeknik Maritim Negeri Indonesia dan Arini Sinaga meraih kursi di Universitas Palangkaraya.

Hal menarik, kata Melanton, semuanya berasal dari keluarga tidak mampu. Seperti biasanya, pelajar di sekolah ini berlayar belakang status ekonomi menengah ke bawah. Kebanyakan dari keluarga tidak mampu.

“Siswa kami didominasi keluarga dari pelosok desa. Kalauoun tinggal di Sidikalang, kemungkinan besar berpenghasilan pas-pasan,” ujar Melanton.

Pun begitu semangat belajar tidak kalah. Mereka tetap memacu diri. Sebab, hanya melalui pendidikan dan penguatan pengetahuanlah masa depan bisa diraih.

Sedangkan manajemen sekolah, berusaha membekali keterampilan. Peralatan praktek senantiusa tersedia dan para guru relatif andal di bidangnya.

Kalau ditelusuri, kata Melanton, sebagian besar pelajar telah mandiri dengan mempergunakan biaya hidup seadanya kiriman orang tua. Tinggal di kos-kosan dimana kebutuhan makan dibelanjakan dan dimasak sendiri.

Siswa lainnya menumpang di rumah sanak famili dan beberapa diantaranya tinggal bersama orang tua.

“Bagi kami, keberhasilan ini merupakan bukti, bahwa memperoleh kursi di PTN tidak harus lewat jenjang SMA. SMK juga bisa. Hanya saja, diarahkan, target yang dibidik, relevan dengan bekal yang dimiliki. Jangan sampai salah jurusan,” kata Melanton.

Dia optimis, jumlah siswa masuk PTN akan bertambah lantaran beberapa murid ada melaju dari jalur tes. Tahun 2025, total 16 orang lolos jalur tes dan SNBP.

Liyon menyebut, menyukai model pembelajaran di sekolah swasta ini. Komunikasi dengan guru, terbuka.

“Peralatan praktek, cukup dan terbaru. Lebih banyak praktek sehingga mengasikkan,” kata Liyon.

Pelajar asal Desa Siratah Kecamatan Silima Pungga-Pungga ini berobsesi menyelesaikan kuliah tepat waktu dan ingin menjadi pengusaha kelak.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi