Kebakaran Kapal Pukat Teri Tewaskan Tiga ABK - Lima Kru Hilang Masih Dalam Pencarian (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Belawan.
Insiden terbakarnya kapal pukat teri KM Sumber Indah III di perairan Pulau Berhala, yang menewaskan tiga kru kapal (ABK) tersebut, pada Selasa (07/4/2026) dinihari, kini dalam penyelidikan petugas Ditpolairud Sumut.
Bahkan terdapat lima kru kapal yang dilaporkan hilang pada saat musibah, masih dalam proses pencarian petugas Tim gabungan TNI/Polri, dan Basarnas, di sekitar perairan perbatasan Belawan dan Kabupaten Deliserdang.
"Proses pencarian korban yang hilang, turut didukung KRI Bima Suci yang sedang melakukan kunjungan muhibah di Belawan,"kata Kadispen Kodaeral I, Letkol Laut (S) Wahyu Kurniawan, Rabu (08/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dirangkum, terbakarnya KM Sumber Indah III GT 140 No. 1402/PPA, berawal ketika kapal ikan yang dinahkodai Samsuruddin yang membawa 21 ABK itu, bertolak dari tangkahan Belawan Senin malam, guna menangkap ikan di sekitar perairan Timur Laut Belawan.
Tepatnya, pada Selasa (07/4/2026) sekitar pukul 02.10 WIB, Aliman selaku kepala kamar mesin kapal (kwanca) pergi ke ruang tekong, untuk meminjam charger handphone.
Pada saat sedang mengecas HP, ia sempat melihat kondisi mesin turbo kapal panas dan memerah. Namun ketika hendak melaporkan kondisi ini kepada nakhoda, secara tiba-tiba terdengar suara ledakan dari ruang kamar mesin.
Kemudian disusul ledakan keras tabung gas 12 kg, sehingga api cepat membesar dan langsung menjalar. Begitu melihat api semakin membesar, sejumlah ABK yang panik bergegas menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.
Akibat musibah ini, tiga kru dilaporkan tewas dalam kondisi luka bakar. Ketiganya Iyan warga Blok 16 Kelurahan Sicanang Belawan, Jahar warga Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Marelan, Buitin warga Jalan Selebes Belawan.
Sedangkan lima orang dari total 21 ABK dinyatakan masih hilang. Mereka adalah Aris (50), Roy (40), Lubis (50) keduanya warga Lorong Gereja Kelurahan Bagan Deli, Belawan, Ambon (50) warga Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Marelan, dan seorang lagi belum diketahui identitasnya.
Menurut Kabid Operasional Ditpolairud, AKBP Jenda Kita Sitepu, Rabu (08/4/2026), pascakebakaran ini muncul kapal pukat teri lain yang bergerak mendekat guna memberikan pertolongan. Sehingga sebanyak 13 ABK yang dalam kondisi mengapung berhasil diselamatkan. Dua di antaranya mengalami luka bakar ringan.
"Namun tiga ABK yang juga sempat mengapung, kondisinya sudah tidak bernyawa lagi," ungkapnya. Sedangkan lima lagi ABK belum diketahui nasibnya karena masih dalam pencarian.
Terkait 13 ABK KM Sumber Indah III yang selamat sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Sementara tiga korban meninggal, jenazahnya dipindahkan ke kapal pukat teri KM Mandiri yang sandar di Dermaga TPI Gabion Belawan dan kemudian dibawa ke rumah duka.
Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut (S) Wahyu Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas terkait langkah pencarian korban hilang selanjutnya. (MAA)











