Harga Sejumlah Komoditas di Samosir Berfluktuasi, Minyak dan Gula Lampaui HET (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Samosir - Hasil pantauan lapangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menunjukkan adanya fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pengecer di Pasar Pangururan, Rabu (8/4/2026).
Dari hasil pemantauan tersebut, harga cabai merah masih menunjukkan tren penurunan sebesar Rp2.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada bawang merah yang turun Rp2.000 per kilogram dibandingkan minggu sebelumnya.
Namun di sisi lain, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas utama. Minyak goreng rakyat merek MinyaKita kini dijual di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter, melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari BUMN Pangan, sehingga pedagang pengecer terpaksa mengambil stok dari pedagang grosir dengan harga lebih tinggi.
Selain itu, gula curah konsumsi juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram, dari HET yang ditetapkan sebesar Rp17.500 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium dan medium terpantau masih stabil, namun tetap berada di atas HET dan belum mengalami penurunan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Disperindag Samosir menyatakan bahwa dari hasil pengamatan, tidak ditemukan unsur pelanggaran oleh pedagang pengecer terkait penjualan di atas HET maupun HAP. Kondisi ini dinilai lebih disebabkan oleh faktor pasokan di tingkat hulu yang mempengaruhi harga di tingkat bawah.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ferdinan Sitanggang tetap mengimbau para pedagang agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan. Di samping itu, koordinasi dan konfirmasi terus dilakukan ke tingkat distributor dan pemasok guna memastikan ketersediaan barang serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
Ferdinan berharap dengan adanya pengawasan dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, lonjakan harga dapat ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (TN) (WITA)











