Sampah menumpuk di belakang Kantor DLH Samosir. (Analisadaily/Tety Naibaho)
Analisadaily.com, Samosir - Di tengah klaim capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Samosir dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2025, muncul kondisi yang dinilai bertolak belakang di lapangan.
Berdasarkan pantauan, sampah yang menumpuk tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas aparatur sipil negara (ASN) serta warga sekitar.
Kondisi ini menimbulkan keluhan dari berbagai pihak yang mempertanyakan komitmen pengelolaan lingkungan di daerah tersebut.
Sebelumnya, dalam dokumen LKPj, Pemkab Samosir menyebutkan telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk dalam bidang tata kelola pemerintahan dan lingkungan. Namun, realitas di lapangan justru memperlihatkan persoalan mendasar yang belum tertangani dengan baik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edison Pasaribu ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp di 08527555***" belum membuahkan hasil. Sampai berita ini dinaikkan, pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp tersebut tidak mendapat respons.
Sementara itu, salah seorang staf DLH yang ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026) menyampaikan bahwa Kepala Dinas Lingkungan Hidup sedang menjalankan tugas luar sejak hari Selasa yang lalu ke Batubara.
Situasi ini menimbulkan sorotan publik terkait keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, terutama di lingkungan instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengelolaan kebersihan.
Warga Kompleks Perkantoran Parbaba, Asih Sihaloho (30) berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun ketidaknyamanan yang lebih luas. (TN) (WITA)











