Oknum Kepling Pemotong BLT Warga Direkomendasikan Dipecat, Robi Barus: Jadikan Pelajaran Berharga (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Rekomendasi pemecatan terhadap oknum Kepala Lingkungan I, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas beinisial NN yang diduga memotong dana bantuan langsung tunai (BLT) Kesra warga yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPRD Medan yang digelar, Selasa (7/4/2026) lalu, harus menjadi pelajaran berharga bagi 2000 kepling se l-Kota Medan.
"Rekomendasi pemecatan terhadap oknum kepling itu, semoga menjadi pelajaran berharga bagi kepling–kepling lainnya. Dengan adanya rekomendasi ini, para kepling lainnya berhenti melakukan hal serupa dan jangan bermain-main lagi," tegas anggota Komisi I DPRD Medan Robi Barus usai mengikuti RDP dengan warga yang mengadu perihal pemotongan BLT ke DPRD Medan yang turut dihadiri Camat Medan Amplas, Lurah dan oknum kepling yang dalam RDP itu dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Medan Reza Pahlevi, Selasa (7/4/2026).
Politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua Fraksi PDi Perjuangan DPRD Medan itu meyakini bahwa kelakuan serupa pasti dilakukan oknum kepling lainnya. Hanya saja, oknum kepling yang dilaporkan warga kali ini sedang apes saja.
"Kalau yang bermain sebelumnya dan tidak ketahuan, ya sudah biarkan saja berlalu, ya rezeki mereka lah itu. Tapi jika hal serupa masih diteruskan, pecat lagi jika ada kejadian dan pengaduan warga," tegas Robi Barus.
Pemecatan itu, lanjut Robi Barus adalah resiko dari perbuatan oknum kepling terhadap warganya. Sehingga jika ingin berbuat m, memotong uang BLT warga, kepling bisa berpikir ulang. Apakah setimpal memotong uang warga dengan hukuman pemecatan yang akan diterimanya jika ketahuan dan dilaporkan.
"Jika hanya diberlakukan Sp 1, SP 2 terhadap oknum kepling yang memotong uang BLT warga, ya diketawailah," cetus Robi Barus yang juga pernah menjabat kepala lingkungan di wilayah tempat tinggalnya itu.
Robi Barus menilai perbuatan oknum kepling yang memotong uang BLT warga sebesar Rp1,6 juta itu sangat naif. Karena BLT itu haknya orang–orang yang benar–benar membutuhkan bantuan tersebut.
"Nekat dia memotong BLT warga. Memang mungkin karena ada desakan ekonomi atau apa, tapi nekat dia memotong uang itu," tegas Robi Barus dan yakin jika perbuat oknum kepling itu tidak berdiri sendiri.
"Sudah pastilah ada oknum lainnya yang terlibat," pungkasnya.
(MC/RZD)