Kemenkes Canangkan Vaksinasi Campak, Ribuan Tenaga Medis Adam Malik Mulai Divaksin (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kematian seorang dokter internship berinisial AMW (26), Kamis, 26 Maret 2026, akibat komplikasi berat campak setelah menangani pasien campak direspon cepat oleh Kementerian Kesehatan RI dengan mencanangkan vaksinasi campak bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit dibawah naungan Kemenkes RI. Tidak terkecuali RSUP H Adam Malik Medan.
Di sela vaksinasi Campak yang diikuti tenaga medis maupun tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Jumat (10/4/2026), Direktur RS Adam Malik Medan dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) didampingi Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Otman Siregar Sp.OT (K) Spine menyampaikan, jika belakangan ini kasus campak semakin meningkat. Bahkan di beberapa daerah seperti Klaten, Cilacap, Pati, Palembang dan Banyuasin sudah dinyatakan kejadian luar biasa (KLB).
Lonjakan kasus untuk tahun 2026 hingga minggu ke tujuh, tercata6 8.224 kasus susperk Campak, 572 kasus terkonformasi dengan 4 kematian.
"Dan kini, kasus Campak inintidak hanya menyerang anak, orang dewasa juga satu satu sudah terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh Virus Rubeola itu," jelas Zainal Safri.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan melalui RS Adam Malik bergerak cepat memberikan booster, sebagai maintenace terhadap orang dewasa. "Kita juga sangat yakin jika kita ditanya apakah kita vaksin campak, dulu juga sudah lupa. Kecuali jika tinggal di kota besar," jelas Zainal Safri.
Khusus di RS Adam Malik, vaksinasi yang diberikan ke 160 petugas untuk tahap awal di lingkungan RS yang dipimpinnya itu, dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, tidak lain dikarenakan di rumah sakit termasuk lokasi rentan infeksi.
"Rumah sakit memang resiko tinggi, karena memang di rumah sakit area infeksi. Oleh sebab itu, hampir di seluruh Indonesia dilakukan hal serupa. Dan kita harapkan juga bisa selesai secepatnya dan bisa melindungi tenaga kesehatan dan tenaga medis," tegas Zainal.
Untuk di Sumut, baru di Adam Malik yang memulai. "Hari ini ada 160 dosis yang diberikan untuk 160 orang. Targetnya, kita cukup besar ada 1.200 tenaga kita, perawat 800 sampai 900 orang, tenaga medis 300 an," paparnya.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Otman Siregar Sp.OT (K) Spine menambahkan bahwa di RSUP H Adam Malik merawat pasien yang terinfeksi Campak. Untuk tahun ini, di rumah sakit tersebut merawat enam pasien Campak.
“Dibanding tahun lalu, tahun ini trennya memang meningkat. Dan peningkatan ini tidak hanya terjadi di Sumatera Utara saja, provinsi lainnya juga meningkat. Namun jangan khawatir, di Bulan Maret–April 2026 ini, tendensinya sudah menurun. Semoga tidak begitu lama, tidak akan terjadi lagi kasus Campak baru,” sebutnya.
Johana Tarigan, Kepala Ruangan Rindu A3, Interna Wanita RSUP Adam Malik usai vaksin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI karena gerak cepat merealisasikan vaksin Campak tersebut kepada tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang merupakan ujung tombak melayani pasien, termasuk pasien Campak.
"Kita berterima kasih sudah difasilitasi Kementerian RI. Dan jika ada vaksin yang kedua, kita tetap akan ikuti. Sebab vaksin ini untuk kekebalan tubuh kita. Kita kan tidak tahu sakit apa saja yang ada di tubuh pasien yang kita rawat," pungkasnya.
Dalam vaksin tersebut juga terlihat beberapa Kepala Ruangan dari berbagai instalasi antre untuk mendapatkan vaksin Campak yang berdasarkan informasi akan dilanjutkan kembali Senin 13 April 2026.
(MC/RZD)