17 Siswa SMKN 1 Sidikalang Lolos SNBP, Kasek Motivasi Orang Tua: Jangan Cemaskan Biaya

17 Siswa SMKN 1 Sidikalang Lolos SNBP, Kasek Motivasi Orang Tua: Jangan Cemaskan Biaya
17 Siswa SMKN 1 Sidikalang Lolos SNBP, Kasek Motivasi Orang Tua: Jangan Cemaskan Biaya (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Plt Kepala SMKN 1 Sidikalang Kabupaten Dairi, Lamtiur Sihombing memotivasi orang tua atas keberhasilan siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Jumat (10/4).

Dorongan dan optimisme disampaikan Lamtiur menyusul kecemasan orang tua atas kondisi ekonomi.

“Tuhan sudah membuka jalan. Yakinlah, Tuhan juga membimbing orang tua untuk menafkahi dan memperoleh biaya hidup anak,” kata Lamtiur.

Kita, tandas Lamtiur, patut bangga. 17 siswa diterima tanpa tes atau SNBP. Tidak mudah meraih prestasi sedemikian. Jalur tes, diyakini, bertambah lagi.

“Saya lihat, jurusan yang diambil anak-anak kita, cukup prospek dan menantang. Potensi masa depan cerah. Jadi, jangan cemaskan darimana kita mendapatkan uang. Hal terpenting, kita bekerja keras dan menyemangati anak tercinta,” tandas Lamtiur.

Sekarang, tandas Lamtiur, anak telah mendapatkan kursi di PTN. Jadi, jangan sampai tidak kuliah. Ini kesempatan emas. Kasihan kalau tidak lanjut.

“Perjuangan kita jangan tanggung. Jangan sampai tidak kuliah,” ujar Lamtiur,

Lamtiur menyebut, punya pengalaman dalam mengkuliahkan anak. Awalnya, semua serba tak mungkin. Pertanyaan yang kerap timbul, bagaimana, bagaimana dan bagaimana membiayai. Nyatanya, rintangan bisa dilalui.

“Doa orang tua merupakan kunci penting dalam mennyekolahkan anak,” tandas Lamtiur.

Sehubungan itu, manajemen sekolah menyatakan dukungan. Demi kelancaran pendidikan, Lamtiur menyebut, siap melayani kebutuhan peserta didik. Jam berapapun ditelepon, pasti direspons baik.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah, Herbet Bintang.

“Kami memahami, secara umum, ekonomi orang tua siswa berada di level menengah ke bawah. Mayoritas kita adalah keluarga susah cari uang,” kata Herbet.

Herbet menyebut, sebagian besar pelajar berasal dari luar Sidikalang. Bahkan, banyak dari pelosok desa. Makanya kos. Belanja hidup bulanan juga, pas-pasan. Mereka memasak sendiri (maksen). Namun fakta membuktikan, gairah belajar mereka justru sangat tinggi. Ekonomi bukan kendala menimba ilmu.

Herbet membenarkan, jurusan pilihan siswa kategori keras. Sebagian dari kategori ilmu sosial menjadi teknologi dan eksat.

“Tak perlu ragu. Semua mahasiswa, nantinya akan belajar bersama dari dasar. Biasanya, mahasiswa yang ditempa dari keterbatasan ekonomi, punya daya tarung kuat memenangkan kompetisi,” kata Herbet.

Diantara 16 siswa dimaksud, terdapat nama Damenta Lammaruli Panggabean diterima di jurusan Teknik Transportasi Laut Institut Teknologi Kalimantan, Melva Purba lolos di jurusan Fisika Unimed, Chairunnisa menang di jurusan Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, Ayu Lestari Manalu mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Surabaya.

Selanjutnya, Kristina Aulia Hutauruk diterima di jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Unimed dan April Naibaho jurusan Teknik Telekomunikasi Polmed.

“Bingung saya melihat jurusan anak ini. Di SMK fokus belajar bisnis retail. Tetapi, jurusan di kampus, malah fisika. Apa mampu nanti anak saya mengikuti materi?” kata Ronal Purba ayah dari Melva Purba.

Sementara itu, Herawati Simamora, ibu dari Damenta Lammaruli Panggabean mengungkap, di balik suka cita, ia merasa was-was. Sebab, sang suami bekerja bekerja sebagai sopir angkot sedang dirinya sehari-hari ke ladang.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi