Pendiri Roti Unyil dan Donat Kentang Master di Medan Ilham Bintang-Fauziah (Analisadaily/nirwansyah sukartara)
Analisadaily.com, Medan - Siang yang terik, bertepatan saat weekend, Sabtu (11/4/2026), para pekerjanya dengan cepat mengemas roti-roti kecil yang kini menjadi buruan warga Medan. Di balik kesibukan itu, berdiri dua sosok yang tak pernah menyangka usaha rumahan mereka akan melesat secepat ini.
Mereka adalah sepasang suami istri yang memulai usahanya di Jalan Karya II Nomor 17 Kompleks Pemda Karang Berombak Medan. Ia adalah Ilham Bintang (45) dan Fauziah Lubis (44).
“Awalnya sederhana saja,” kata Fauziah, yang sehari-hari juga bekerja sebagai PNS di Kelurahan Aur. “Kami cuma ingin jual roti yang premium dan enak, tapi tetap terjangkau semua kalangan,” ujarnya saat diwawancarai Analisadaily.com
Perjalanan mereka dimulai pada awal 2020. Saat itu, produk pertama yang mereka kembangkan adalah bolu gulung. Respon pasar cukup baik, tapi belum benar-benar meledak.
Barulah pada 2023, titik balik itu datang. Mereka meluncurkan donat kentang yang produknya kemudian dikenal sebagai Donat Kentang Master. Ide ini bukan tanpa alasan. Ilham, yang memiliki latar belakang usaha bahan baku, melihat peluang untuk memanfaatkan kualitas bahan yang mereka miliki sendiri.
“Kami eksperimen sendiri. Karena bahan baku ada, kami berani coba,” ujar Ilham Bintang menambahkan. Dan ternyata pasar langsung merespons.
Donat kentang mereka katanya berbeda. Bukan sekadar tren, tapi soal komitmen pada bahan. Mereka menggunakan kentang asli, bukan tepung kentang. Perbandingan yang mereka pakai juga benar-benar premium.
Fauziah saat menunjukkan roti unyil yang diproduksinya
“Satu banding satu. 1 kilogram kentang, 1 kilogram tepung. Itu standar kami,” kata Fauziah.
“Kami mau kualitas tetap terjaga, walaupun harga terjangkau,” sebutnya.
Dari sana, roda usaha mulai mereka mulai berputar lebih cepat. Donat mereka bertahan, bahkan berkembang. Namun pasangan ini tak berhenti di satu produk.
Beberapa hari terakhir yakni 9 April 2026, mereka kembali membuat gebrakan, meluncurkan roti unyil premium dengan harga yang sangat terjangkau. Dan hasilnya? Di luar dugaan.
“Baru tiga hari launching, sudah tembus 2.000 bungkus per hari,” kata Ilham, masih terdengar takjub.
Roti unyil ini bukan sekadar kecil dalam ukuran, tapi besar dalam variasi. Ada roti unyil sosis, moka meses, stroberi, keju, cokelat, kepala putih, srikaya, kacang hijau, kacang merah, abon, pizza dan lainnya.
Harga menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Dengan banderol mulai dari Rp1.500 per satuannya. Produk ini langsung menyasar kebutuhan pasar yang selama ini merasa roti premium terlalu besar dan mahal.
“Kadang orang beli roti di bakery besar, bahan memang premium, tapi ukurannya besar dan gak habis,” jelas Fauziah.
Roti unyil yang disajikan per kotak
Atas dasar itu mereka menghadirkan solusi roti unyil ini. Dibuat sengaja kecil, enak, dan terjangkau. Strategi mereka sederhana: ambil untung sedikit, tapi volume besar.
Model ini terbukti efektif. Selain konsumen langsung, pesanan datang dari reseller hingga warung-warung. Bahkan dalam waktu singkat, pelanggan tetap mulai bermunculan.
“Langganan di Cemara Asri saja bisa 300 piece sekali pesan,” ujar Fauziah. “Di meja jualan, bisa langsung habis 100,” katanya.
Semua ini masih terjadi dalam lingkup Kota Medan. Pasarnya belum benar-benar diperluas, namun permintaan sudah terus meningkat. Kini, usaha yang dulu dimulai dengan dua karyawan itu telah berkembang menjadi tim berisi 11 orang, dengan omzet yang menyentuh Rp60 hingga Rp70 juta per bulan dan terus naik, terutama dari produk roti unyil yang sedang booming.
Produk mereka pun beragam ada donat standar dengan harga Rp7.000 dan jika promo bisa Rp5.000, donat sedang: Rp4.000 dan paket roti unyil 24 piece Rp80.000 (promo Rp65.000–Rp70.000).
Tak hanya roti dan donat, mereka juga menjual kopi. Sebuah langkah yang menurut mereka sederhana: “Karena ada coffee selalu ada roti,” katanya.
Distribusi pun mengikuti zaman. Produk mereka kini tersedia melalui platform digital seperti Shopee, serta layanan pesan antar seperti Gojek dan Grab.
Namun di balik semua pertumbuhan ini, ada prinsip yang tetap dijaga: kualitas dan kebersamaan. “Kami kasih makan karyawan kami juga. Intinya berbagi. Dulu gak habis roti sama donat kami bagi,” kata Fauziah.
Pihaknya ingin semua merasa bagian dari keluarga. Nama “Master” yang mereka gunakan bukan sekadar label. Itu diambil dari usaha induk suaminya yakni PT Master Teknologi Indonesia.
“Master itu kami anggap sudah sempurna. Jadi kami bawa nama itu,” ujar Ilham.
Saat ini, usaha mereka telah mengantongi sertifikasi halal dan sedang dalam proses pengurusan BPOM, langkah penting untuk ekspansi yang lebih luas.
Dan mereka memang tidak ingin berhenti di sini. Bulan depan, mereka berencana membuka cabang baru di Lubuk Pakam. Lokasi masih dalam tahap survei, tapi semangatnya sudah bulat.
Dari dapur kecil hingga ribuan roti per hari, perjalanan Ilham dan Fauziah adalah cerita tentang keberanian mencoba, konsistensi menjaga kualitas dan kepekaan membaca pasar.
Untuk informasi lebih lanjut tentang produk dan pemesanan, dapat mengunjungi situs resmi mereka di:?www.dotkenmaster.com dan Instagram mereka di @donatkentangmaster.
Penulis: Nirwansyah Sukartara
Editor: Nirwansyah Sukartara